Loloskan Diri dari Militan di Marawi, Umat Kristiani Teriak “Allahu Akbar”

Warga Marawi dievakuasi/ ABS CBN New

FILIPINA – Lebih dari 160 warga sipil keluar dari kota Marawi yang dikepung Filipina sesaat setelah fajar pada hari Sabtu (3/6/2017) dan  menipu militan dengan menyembunyikan identitas para kristiani.

Norodin Alonto Lucman, seorang mantan politisi terkenal dan pemimpin klan tradisional melindungi 71 orang, termasuk lebih dari 50 orang Kristen, di rumahnya selama pertempuran yang meletus pada tanggal 23 Mei di kota berpenduduk lebih dari 200.000 orang.

Saat itu, Lucman dan tamunya telah memulai perjalanan pelarian mereka dari daerah lain, memegang bendera putih dan bergerak cepat.

“Saat kami berjalan, yang lainnya bergabung dengan kami,” katanya kepada wartawan. “Kami harus melewati banyak penembak jitu.” tambahnya.

Beberapa warga sipil dihentikan dan bertanya apakah ada orang Kristen di antara mereka, kata Jaime Daligdig, seorang pekerja konstruksi Kristen.

Mereka yang beragama Kristen pun dianjurkan mengikuti berteriak Allahu Akbar ketika melarikan diri agar lepas dari ISIS,  “Kami berteriak ‘Allahu akbar’,” katanya kepada Reuters, menambahkan bahwa berkat seruan Muslim tersebut mereka diizinkan untuk lolos.

Mereka yang melarikan diri termasuk guru dari Dansalan College, sebuah sekolah Protestan yang terbakar pada hari pertama pertempuran.

Orang-orang Kristen telah terbunuh dan disandera oleh militan, gabungan pejuang lokal dari Grup Maute dan militan  Islam lainnya, yang berafiliasi pada ISIS.

Sebagian besar orang Filipina adalah orang Kristen, namun Mindanao memiliki proporsi Muslim dan Islam yang lebih besar diikuti oleh mayoritas di Kota Marawi.

Lucman mengatakan bahwa banyak dari mereka yang terjebak berada di ambang kelaparan, yang juga memberi mereka keberanian untuk pergi.

Dia menggambarkan sebuah pemandangan kehancuran di pusat kota, di mana jalanan dipenuhi mayat membusuk dan puing-puing. “Saya hampir muntah saat kami berjalan,” kata Lucman, memperkirakan ada lebih dari 1.000 orang tewas.

Advertisement