Qatar Bantah Tuduhan Negara-negara yang Putuskan Hubungan Diplomatik

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani / CNN
QATAR – Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan telah menjadi korban sebuah “kampanye kebohongan” yang dirancang untuk mengguncang kawasan tersebut, beberapa jam setelah Bahrain, Mesir, Arab Saudi dan UEA mengumumkan bahwa mereka akan memutuskan semua hubungan diplomatik.

Qatar mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah pelanggaran kedaulatan, dan berjanji kepada warganya sendiri bahwa keputusan tersebut tidak akan mempengaruhi kehidupan warganya.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional juga memutuskan hubungan dengan Qatar pada hari Senin, menuduhnya bekerja dengan musuh-musuhnya dalam gerakan Houthi yang selaras dengan Iran, seperti dilaporkan kantor berita negara Saba.


Sebelumnya koalisi pimpinan-Saudi telah menyingkirkan Qatar dari jajarannya sebagai bagian dari pemutusan hubungan diplomatik. Qatar telah menyediakan pesawat militer dalam perang melawan Huthi selama lebih dari dua tahun.

“Praktik Qatar dalam menangani milisi kudeta (Houthi) dan kelompok ekstremis yang mendukung menjadi jelas,” kata pemerintah Yaman dalam sebuah pernyataan.

Perselisihan antara Qatar dan negara-negara Arab Teluk mulai dari sebuah berita yang diklaim oleh kantor berita Qatar.

Sebuah laporan dipublikasikan secara online dengan komentar yang diduga berasal dari Emir Qatar, Tamim bin Hamad al-Thani, memuji Israel dan Iran dan mengkritik negara-negara tetangga Sunni Arab tersebut.


Advertisement