TEL AVIV—Aksi pembakaran rumah warga Palestina oleh Israel terus menuai kecaman, termasuk dari warga Israel. Ribuan orang menggelar protes mengutuk tindakan yang menewaskan bayi berusi 18 bulan ini. Aksi ini diorganisir oleh “Peace Now” yang merupakan LSM pemantau pembangunan pemukiman Israel, pada Sabtu (1/8/2015).
Pembakaran rumah yang dilakukan oleh ekstrimis kanan Yahudi ini menewaskan Ali Saad Dwabesheh (18 bulan), dan membuat kedua orang tuanya kritis di rumah sakit. Kecaman internasional pun datang bertubi-tubi. Israel dianggap gagal mengatasi kekerasan warga Yahudi garis keras di Tepi Barat.
Ayah Saad dirawat karena luka bakar tingkat tiga di rumah sakit Soroka di Israel Selatan. Juru bicara rumah sakit menyebut kondisinya sangat kritis. Sementaranya, ibunya, Reham, dan saudaranya yang berusia 4 tahun berada di rumah sakit di Tel Hashomer, dekat Tel Aviv.
Tak berbeda dengan suaminya, kondisi Reham disebut sangat buruk, dan mengancam jiwanya.
“Kami meminta pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap kekerasan warga (Israel) dan segera memulai kembali proses perdamaian,” kata Direktur Peace Now Yariv Oppenheimer, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Ahad (2/8/2015).




