
AKSI sepihak aparat keamanan Israel kembali mengusik ketenteraman dan kekhusukan peribadatan umat muslim di Masjid Suci al-Aqsa serta dikhawatirkan memicu eskalasi konflik Israel – Palestina.
“Kunci pemulihan ketenangan hanya bisa diwujudkan jika Israel menghormati status sejarah dan kesahan tempat suci itu, “ kata Menlu Jordania Ayman Safadi dalam pernyataannya pada Kantor Berita Petra, Kamis (21/7). Jordania adalah negara yang diserahi pengelolaan kompleks masjid al-Aqsa.
Konflik muncul setelah penguasa Yahudi memasang alat pemindai metal di pintu gerbang al-Aqsa pekan lalu dalam upaya memperketat pengawasannya terhadap kompleks tempat suci umat Islam seluruh dunia tersebut.
Pemerintah RI dalam pernyataannya mengecam tindakan aparat keamanan Israel membatasi akses menuju kompleks al-Aqsa, karena hal itu berarti menafikan hak umat Islam untuk bebas melaksanakan ibadah.
Indonesia mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo Masjid al-Aqsa dan The dome of the Rock (kubah batu atau shakrah) sebagai tempat suci yang bisa diakses oleh seluruh umat Islam.
Sementara itu ribuan umat Islam Palestina, Rabu malam menggelar shalat di ruas-ruas jalan akses menuju Gerbang Singa di areal masjid al-Aqsa guna memprotes aksi sepihak penguasa Yahudi itu memasangi alat pemindai metal.
Pernyataan lebih keras dilontarkan oleh Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh yang menyerukan agar peristiwa itu dijadikan titik balik bagi umat Islam untuk bertempur mempertahankan Jerusalem dan al-Aqsa.
Konflik antara Palestina dan Israel terkait kawasan al-Aqsa sudah terjadi berulang kali dan aksi sepihak Israel menutup akses bagi umat Islam kali ini adalah yang ketiga pasca Perang Enam Hari pada Juni 1967.
Aksi kali ini dipicu oleh tewasnya tiga pemuda Palestina dan dua anggota polisi Israel dalam baku tembak di salah satu gerbang al-Aqsa pekan lalu dan juga penembakan terhadap Imam masjid al-Aqsa Sheikh Ikrima Sabri oleh aparat Israel.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang sedang melawat ke China bergegas kembali ke Tepi Barat dan berupaya melakukan lobi-lobi dengan pemimpin Islam dan tokoh-tokoh Dunia guna mencegah agar situasi tidak memburuk.
Umat Islam dunia harus solid dan terus menggalang kekompakan untuk melawan aksi-aksi sepihak yang dilakukan oleh penguasa Yahudi.




