YOGYAKARTA – Setiap tahun, ada 900-1000 warga Yogyakarta terserang penyakit tuberkulosis atau TBC, berdasarkan catatan Dinas Kesehatan setempat.
Kondisi pemukiman Kota Yogyakarta yang padat penduduk memudahkan penularan penyakit yang ditularkan melalui pernapasan tersebut.
“Situasi kota sangat prosfek peningkatan TB karena rumah-rumah penduduk tak memenuhi syarat, seperti kurang sinar matahari, padat, dan tidak ventilasi udara.” kata kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Jogja, Endang Sri Rahayu, dilansir Solopos, Senin (25/7/2017).
Endang mengatakan dari jumlah penderita TBC yang terdeteksi, sekitar 80% dapat disembuhkan. Hanya 23 penderita yang masuk kategori TBC MDR atau kebal obat yang sulit disembuhkan. Menurutnya, TBC MDR karena tidak tertibnya penderita mengkonsumsi obat sehingga bakteri penyebab penyakit tersebut menjadi kebal obat.
Penderita diwajibkan mengkonsumsi obat secara rutin setiap hari selama lebih kurang enam bulan.





