Kekerasan Israel, PBB Desak Semua Pemimpin Tahan Diri dari Tindakan Provokatif

Antonio Guterres/BBC

JENEWA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan kekhawatirannya  tentang risiko kekerasan yang meningkat di Kota Tua Yerusalem, di mana bentrokan baru-baru ini antara Israel dan Palestina telah menjadi bentrokan yang paling berdarah selama bertahun-tahun.

“Saya sangat prihatin tentang potensi risiko meningkatnya kekerasan, mendesak semua pemimpin politik, agama dan masyarakat untuk menahan diri dari tindakan provokatif dan retorika, dan meminta Israel untuk menunjukkan pengekangan,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Kamis (27/7/2017).

Israel memasang detektor logam pada titik masuk ke kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem setelah dua penjaga polisi ditembak mati pada 14 Juli, dan memicu bentrokan berdarah antara Israel dan Palestina selama bertahun-tahun.
Meski Israel memindahkan detektor logam dari pintu masuk ke kompleks masjid Aqsa di Kota Tua Yerusalem pada hari Selasa, namun telah menggantinya dengan memasang kamera CCTV, dengan harapan dapat menenangkan  pertumpahan darah.

Namun orang-orang Palestina mengatakan bahwa tindakan pengamanan yang dimodifikasi masih belum dapat diterima dan akan tetap memprotesnya.

 

Advertisement