SANAA – Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan bahwa negara barat dan koalisi Arab yang berpengaruh terhadap konflik di Yaman yang telah menjadikan negara tersebut terpuruk selama dua tahun terakhir segera mengakhiri krisis di negara tersebut.
“Jelas kita berharap negara-negara Barat memahami krisis yang dalam, menyelesaikan risiko krisis besar ini untuk stabilitas internasional, untuk stabilitas kawasan ini,” ungkap Presiden ICRC Peter Maurer mengatakan kepada wartawan di Sanaa dalam kunjungannya ke Yaman, Rabu (26/7/2017).
Menurutnya, peperangan di Yaman telah menimbulkan wabah kolera yang telah membunuh banyak warga.
“Saya datang ke sini untuk mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan dan meningkatkan tanggapannya terhadap wabah ini, yaitu wabah buatan manusia. Ini adalah konsekuensi dari peperangan dan penghancuran layanan publik,” kata Maurer, dilansir Reuters.
Dia meminta solusi untuk membayar gaji pekerja dan mengizinkan pasokan bantuan termasuk obat-obatan ke pelabuhan bandara Hodeidah dan Sanaa, yang keduanya dikendalikan oleh pemberontak Houthi, untuk mengurangi penderitaan warga Yaman.
Diketahui sistem kesehatan Yaman sudah dalam keadaan compang-camping, gaji belum dibayar selama 10 bulan, limbah “menumpuk” di jalanan, dan rumah sakit, stasiun air dan infrastruktur vital lainnya telah diserang dan dihancurkan.
Epidemi kolera yang meningkat pada bulan April masih terus mewabah, menginfeksi sekitar 400.000 orang, dan meskipun tanda-tanda penyebarannya melambat, dapat kembali merajalelA pada musim hujan, kata Maurer.





