JAKARTA (KBK) – Dompet Dhuafa jalin kerjasama bidang kemanusiaan bersama Japan International Coorporation Agency (JICA) dan Mitsubishi UFJ Research and Consulting (MURC). MURC adalah lembaga firma riset dan konsultasi di bawah Group Mitsubishi Financial.
Seperti diketahui bersama saat ini JICA mempunyai fokus dalam membantu pemerintah Malaysia guna membantu penduduk lansia terutama dalam memanfaatkan sumber daya non pemerintah. Untuk itu JICA bersama MURC menggandeng Dompet Dhuafa selaku lembaga filantropi non pemerintah di Indonesia yang fokus memberdayakan umat termasuk lansia.
Direktur Program Pemberdayaan Dompet Dhuafa Yudha Abadi MM menuturkan, Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi yang memiliki portofolio kemanusiaan di berbagai bidang bersedia membuka diri sebagai lembaga rujukan. Yudha mengatakan Dompet Dhuafa juga akan dengan senang hati melakukan sharing knowledge kepada stekholder internasional baik dalam bentuk lecturing. care visit hingga replikasi berbagai role mode.
“Tahun lalu JICA dan MURC mengajak Thailand sebagai negara ketiga karena di sana populasi lansianya cukup banyak. Kali ini mereka menggandeng Dompet Dhuafa sebagai satu-satunya lembaga filantropi dari Indonesia dalam melaksanakan studi banding tentang bagaimana Dompet Dhuafa mendukung kehidupan lansia melalui sumber daya non pemerintah,” ucap Yudha di Jakarta (2/8).
Yudha menilai permasalahan lansia menjadi menarik karena mampu menghadirkan angka ketergantungan hidup yang sangat berkaitan dengan beban ekonomi yang ditanggung penduduk usia produktif. Terlebih permasalahan lansia tidak sebatas produktivitas melainkan juga aspek medis, psikologi dan sosial.
Sebagai tindak lanjut dari kerjasama tersebut lanjut Yudha, Dompet Dhuafa mengajak delegasi dari JICA dan MURC untuk mengunjungi Pos Sehat Cinere. Melalui pos sehat Dompet Dhuafa bertekad untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat miskin terhadap permasalahan kesehatan yang mereka hadapi. Diluar itu pos sehat juga fokus membina penduduk lansia agar dapat menjadi lansia yang produkif dengan melibatkan mereka dalam pengelolaan pos sehat.
“Kesadaran yang telah tumbuh menjadi modal awal dalam membangun inisiatif masyarakat miskin untuk sama-sama memecahkan masalah,” jelas Yudha.





