Pria yang Dibakar Hidup-hidup di Bekasi Tinggalkan Istri yang Sedang Hamil

Ilustrasi jenazah

BEKASI –  Muhammad Aljahra alias Zoya (30)  tewas setelah dibakar hidup-hidup oleh massa karena dituduh mencuri amplifier mushola di Babelan, Bekasi Utara Selasa (2/8/2017) petang.

Peristiwa tersebut menjadi pukulan keras bagi istrinya, Zubaidah yang seorang ibu rumah tangga dan sedang mengandung enam bulan.

Zubaidah yang meyakini tuduhan tersebut tidak  benar adanya menuturkan jika suaminya merupakan teknisi elektronik. Biasa memperbaiki pengeras suara seperti toa yang rusak, sound system, televisi dan lainnya.

Kini, ia pasrah harus menghidupi anak laki-lakinya yang masih berusia empat tahun dan anak yang tengah dikandungnya kelak jika sudah terlahnir ke dunia.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito mengatakan korban merupakan pelaku pencurian berdasarkan laporan yang diterima.

Laporan polisi itu dibuat oleh marbot di sebuah musala yang amplifiernya hilang di Kampung Muara Bakti RT 012 RW 07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Atas dasar itu, Rizal membantah bahwa Zoya merupakan korban amuk massa salah sasaran seperti yang disebutkan di media sosial yang kini menjadi viral. “Hasil penyelidikan menyebutkan, bahwa korban yang dibakar massa ini adalah pelaku pencurian amplifier musala,” ujarnya, dilansir merdeka.com, Jumat (4/8/2017).

Polisi sudah meminta keterangan saksi, seperti marbot musala yang melaporkan bahwa amplifier di musala hilang.  Saat kejadian, lanjut dia, sang marbot berteriak maling karena amplifier di musala hilang. Dibantu warga, mereka mengejar MA yang saat itu memboyong amplifier menggunakan sepeda motor.

Sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian, MA berhasil dikepung. Di luar dugaan, dia nekat menceburkan diri hingga berenang ke kampung seberang. Nahas, dia berhasil ditangkap dan langsung diamuk massa yang kesal dengan ulahnya.

Pihaknya juga akan memproses pengeroyokan yang mengakibatkan Zoya meninggal dunia.

Advertisement