Israel Selesaikan Pembangun Tembok Pembatas di Tepi Barat

Keluarga Palestina berjalan melewati grafiti yang dilukis di dinding apartheid Israel di kota Bethlehem, Tepi Barat, pada tanggal 15 Mei 201/ AFP
TEPI BARAT –  Israel mengatakan telah menyelesaikan pembangunan sebagian dari tembok pemisah kontroversialnya di dekat kota Palestina al-Khalil (Hebron) di Tepi Barat bagian selatan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu (2/8/2017), Kementerian Urusan Militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah memasang dinding beton akhir, untuk menyelesaikan tembok sepanjang 42 kilometer antara desa Palestina Tarkumia dan Meitar.

Dilansir Press TV, Menteri Urusan Militer Israel Avigdor Liberman mengklaim bahwa selesainya tembok di perbukitan Hebron bagian selatan adalah langkah lain dalamupaya untuk meningkatkan keamanan penduduk di daerah tersebut secara signifikan.

Israel mulai membangun penghalang sepanjang 712 kilometer dari tembok beton yang menjulang tinggi, pagar kawat berduri, parit dan jalan militer tertutup di dalam Tepi Barat yang diduduki pada tahun 2002.

Tel Aviv berpendapat bahwa proyek ini bertujuan untuk mencegah penyusupan ke wilayah-wilayah pendudukan, namun orang-orang Palestina mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran hak-hak mereka dan memungkinkan dilakukannya pencaplokan lebih lanjut atas tanah mereka.

Jika selesai, penghalang tersebut akan mengakibatkan isolasi 9,4 persen Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur al-Quds, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).

Menurut data PBB yang dipublikasikan sebelum pengumuman hari Rabu, sekitar 214 kilometer dinding masih harus dipasang.

Pengadilan Internasional mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada tahun 2004 bahwa tembok apartheid melanggar hukum internasional dan mendesak Israel untuk memindahkannya dari wilayah-wilayah pendudukan.

Sekitar 600.000 warga Israel tinggal di lebih dari 230 pemukiman yang dibangun secara ilegal sejak pendudukan Palestina pada tahun 1967.

Advertisement