BEKASI – Siti Zubaidah, istri dari korban bakar massa di Babelan, BekasiĀ mencurahkan isi hatinya setelah ia harus benar-benar kehilangan suaminya yang pamit untuk mencari alat pengeras suara bekas.
Diberitakan sebelumnya, Al-Zahra (30), suami Siti adalah warga Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, yang meregang nyawa karena dituduh mencuri alat pengeras suara milik musala Al-Hidayah di Kecamatan Babelan, yang berjarak 34 kilometer dari rumahnya.
“Orang-orang itu benar-benar tidak punya hati. Mau salah atau tidak, suami saya tidak seharusnya diperlakukan seperti itu,” ujar Siti kepada BBC Indonesia, Jumat (4/8/2017).
“Kenapa suami saya tidak diserahkan ke polisi kalau suami saya memang benar mencuri, tanpa harus dianiaya seperti itu. Suami saya manusia, bukan hewan,” sesalnya.
Apalagi, kini Siti yang seorang ibu rumah tangga tengah hamil enam bulan, dan mau tidak mau ia harus berpikir untuk mencari nafkah demi menghidupi anaknya kelak jika sudah lahir, dan anak lelakinya yang kini sudah berusia empat tahun.
Siti pun mengaku dulu ia tidak lulus sekolah dasar sehingga ia hanya dapat membaca, tapi tidak menulis. Selama lima tahun mengarungi bahtera rumah tangga, Al-Zahra merupakan penopang ekonomi keluarganya.
Kondisi ekonomi Siti dan Al-Zahra serupa dengan 20.820 penduduk Cikarang Utara, yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi, masuk kategori miskin.
Kini, Siti pasrah menghadapi hari-hari tanpa suaminya dan harus berjuang bersama anaknya agar tetap dapat bertahan hidup.





