YERUSALEM (KBK) – Warga Palestina di Yerusalem Timur tak hentinya menuntut Israel agar jasad warga Palestina yang tewas saat melakukan serangan di kota yang diduduki Israel dipulangkan ke pada keluarganya.
Sejak Jumat (4/12/2015) bentrokan dengan pasukan Israel di lingkungan Silwan, al-Issawiya, Jabal al-Mukabbir, dan kamp pengungsi Shufat tidak ada hentinya. Warga Palestina meminta tubuh warga Palestina yang tewas di Kota.
The Midle East Monitor memberitakan, Senin (7/12/2015), di kamp pengungsi Shufat, demonstran mengangkat gambar warga yang dibunuh dan meneriakkan slogan-slogan solidaritas kepada keluarga mereka.
Sejak Oktober 2015 lalu, Pemerintah Israel menahan tubuh warga Palestina yang tewas dalam serangan terhadap militer Israel dan warga sipil di Hebron dan Yerusalem.
Demonstran Shufat berbaris dari Masjid kamp Abu Obeid dan membuat jalan menuju ke rumah Ibrahim al-Akkari.
Al-Akkari sendiri merupakan pelaku serangan mematikan di sebuah stasiun kereta Yerusalem tahun lalu dan rumah keluarganya dihancurkan oleh israel pekan ini. Penghancuran itu dianggap akan membuat warga Palestina melakukan serangan kepada Israel dan penduduknya.
Kantor Berita Ma’an melaporkan, sekitar 100.000 shekel (US$ 26.000) telah dikumpulkan warga Shufat bertujuan untuk membantu keluarga al-Akkari membangun kembali rumah mereka.





