spot_img

25.000 Warga Gaza Butuh Bantuan, Tertahan di Gerbang Rafah

RAFAH (KBK) – Kementerian Dalam Negeri Palestina di Gaza mengatakan bahwa lebih dari 25.000 warga Palestina di Gaza sangat membutuhkan untuk masuk Mesir melalui Pintu Rafah untuk alasan kemanusiaan.

Hal itu dilaporkan oleh laman Arabi21, Ahad (6/12/2015).Dilaporkan bahwan, Juru bicara Kementerian Iyad Al-Bozom mengatakan Jumat adalah hari kedua dan terakhir Mesir membuka pintu gerbang Rafah, Hanya dua bus berisi wisatawan yang diperbolehkan lewat.

Al-Bozom mengatakan, bahwa hanya 500 warga Palestina yang diperbolehkan melewati perbatasan Rafah di hari Kamis dan Jumat.

“Ini adalah jumlah yang sangat rendah dibandingkan dengan orang-orang membutuhkan perjalanan, yang jumlahnya melebihi 25.000,” katanya.

Al Bozom mencatat, yang ingin menyeberang ke Mesir tersebut diantaranya pasien, mahasiswa, pekerja, pemegang paspor asing dan ibu dan ayah yang berharap bersatu kembali dengan keluarga mereka.

Juru bicara meminta pemerintah Mesir untuk memperpanjang waktu pembukaan penyeberangan agar banyak warga Gaza yang membutuhkan perjalanan dapat melewati gerbang tersebut.

Seperti diberitakan The Midle East Monitor, gerbang Rafah adalah satu-satunya akses untuk keluar masuk Gaza karena perbatasan lainnya ditutup oleh Israel.

Israel telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan Jalur Gaza dengan bantuan Mesir, membatasi pergerakan barang dan orang, dan memepersulit pembangunan infrastruktur dan kehidupan warga Gaza.

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles