Lima Kabupaten di Sumsel Rawan Karhutla

Ilustrasi Api berkobar membakar lahan warga di Kota Dumai, Riau, Senin (3/3). Kebakaran lahan dan hutan yang terus terjadi di Riau, kini telah mencapai luas sekitar 7.972 hektare dan asapnya mulai mencapai Singapura. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ed/Spt/14.

PALEMBANG -Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika SMB II Palembang mengatakan jika sejumlah kabupaten berkategori rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan hingga September 2017.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG SMB II Palembang Agus Santoso di Palembang, Kamis (10/8/2017) mengatakan, kabupaten itu yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Muaraenim, dan Ogan Komering Ulu Timur.

Menurutnya, lima kabupaten tersebut sempat mengalami 20 hari tanpa hujan, jika pun hujan dengan intensitas rendah 0-22 mm/jam, jadi benar-benar kering.

Untuk itu, berbagai pihak terkait harus meningkatkan kewaspadaan karena musim kemarau diperkirakan akan mencapai puncak pada Agustus-September 2017. Musim penghujan diperkirakan akan tiba pada Oktober 2017.

Hal ini karena indeks monsoon Asia hingga Juli masih melemah, sementara di Australia justru menguat sehingga angin yang kering dari Australia ini membuat musim kemarau diperkirakan terjadi hingga September.

“Tiga kabupaten malah masuk dalam katagori merah atau sangat rawan terbakar yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir sebelah barat, dan Ogan Komering Ulu Timur,” kata dia.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan Iriansyah mengatakan, terdapat juga satu unit pesawat cassa untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) menyemai garam sebanyak 1 ton per hari.

“TMC dilakukan setiap hari, kami merencanakan dua shif setiap hari sehingga disemai dua ton garam setiap hari,” kata dia.

 

Advertisement