Unicef: 550 Ribu Anak Libya Butuh Bantuan

Ilustrasi anak migran asal Lybia/ Reuters

LIBYA – Badan anak-anak PBB (UNICEF) memperingatkan bahwa lebih dari setengah juta anak di Libya memerlukan bantuan dan meminta pihak-pihak yang bertikai untuk mengakhiri kekerasan dan menegosiasikan solusi politik untuk krisis tersebut.

Libya telah bergejolak setelah sebuah perang saudara menggulingkan pemimpin lama Muammar Gaddafi pada tahun 2011. Brigade semangat mantan pemberontak yang didukung oleh faksi politik yang bersaing telah saling bertentangan dalam berusaha untuk mengendalikan diri.

Sebuah pemerintah yang didukung PBB  di Tripoli berusaha memperluas pengaruhnya, meski menghadapi perlawanan.

Direktur Regional UNICEF Geert Cappelaere mengatakan bahwa 550.000 anak memerlukan bantuan karena ketidakstabilan politik, konflik yang sedang berlangsung, pemindahan, dan keruntuhan ekonomi.

“Kesejahteraan anak perempuan dan anak laki-laki di Libya harus menjadi prioritas bagi otoritas, masyarakat sipil dan masyarakat internasional,” kata Cappelaere dalam sebuah pernyataan setelah mengunjungi negara tersebut, dilansir Reuters, Jumat (11/8/2017).

UNICEF mengatakan hampir 200.000 anak di Libya membutuhkan air minum yang aman, sementara 315.000 membutuhkan dukungan pendidikan dengan lebih dari 550 sekolah di negara tersebut hancur, rusak atau digunakan sebagai tempat penampungan.

Cappelaere memperingatkan bahwa lebih dari 80.000 anak mengungsi dan anak-anak migran di Libya sangat rentan terhadap pelecehan dan eksploitasi, termasuk di pusat penahanan.

Dalam sebuah laporan di bulan Mei, UNICEF mengatakan bahwa ribuan anak yang tidak didampingi yang berusaha menyeberangi Laut Tengah dari Libya ke Italia dapat menjadi mangsa yang mudah bagi para pedagang yang sering menjualnya ke arah perbudakan kontemporer.

Advertisement