VENEZUELA – Serangan siber di Venezuela telah berhasil membuat 7 juta orang tidak dapat berkomunikasi menggunakan handphone, seperti diungkapkan Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Hugbel Roa, Kamis (10/8/2017).
Dari sudut pandangnya, “serangan teroris sistematis” terjadi terhadap layanan telekomunikasi dan sedang dilakukan dengan dukungan “agen asing”.
“Pada Rabu 7 dari 13 juta pengguna operator Movilnet milik negara tidak dapat melakukan komunikasi,” kata Roa, seperti dikutip oleh penyiar Globovision, dilansir Sputnik, Jumat (11/8/2017).
Menteri juga mengatakan bahwa kabel serat optik sengaja rusak di tujuh negara bagian.
Sejumlah instansi pemerintah juga menjadi sasaran serangan siber tersebut, sementara kelompok hacking Binary Guardian telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.





