Dugaan Garam Bercampur Kaca Dibantah BPOM

Ilustrasi Garam yang diperlukan industri dan masyarakat langka dan mahal akibat kemarau basah sepanjang 2016 (kilatnews)

SURABAYA – Beredarnya informasi dugaan garam bercampur kaca di Malang dibantah Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya.

Kepala BBPOM Surabaya Dra Apt Hardaningsih di Surabaya, Jumat (18/8/2017) mengatakan lembaganya sudah mengambil contoh produk garam yang dikabarkan bercampur serpihan kaca dan melakukan pengujian laboratorium.

Sampel produk garam yang diteliti adalah  merek Ibu Bijak, Anak Pintar, Sarcil, Jap Gajah, Cap S dan Karapan Sapi buatan produsen asal Surabaya, Pamekasan, Gresik dan Pati yang beredar di Jawa Timur.

Hasilnya, tidak ada satu pun produk garam konsumsi dalam kemasan 250 gram itu yang mengandung serpihan kaca. Hasil uji laboratorium, menurutnya menunjukkan bahwa produk-produk garam yang diperiksa aman dikonsumsi berdasarkan tiga parameter pengujian.

“Saya imbau agar tidak menyebarkan informasi hoax karena dari informasi itu dapat meresahkan masyarakat dan juga dapat memberikan dampak produsen dan konsumen,” ujarnya, dikutip Antara.

Diberitakan sebelumnya salah seorang warga Malang merasa janggal ketika sedang memasak dengan menggunakan garam berbentuk seperti bubuk kristal kaca yang tidak bisa hancur dan sulit dihaluskan saat ditumbuk, dan memunculkan dugaan garam itu dicampur serpihan kaca.

Advertisement