
JAKARTA–Wartawan senior Parni Hadi mengajak kaum perempuan yang tergabung dalam Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana untuk aktif menulis. Motivasi ini ia sampaikan di sela-sela acara Pertemuan Gabungan Warga Korps Keuangan se-Garnisun Jakarta, Rabu (23/8/2017).
Dikatakan Parni, perempuan adalah ibu peradaban suatu bangsa. Perempuan juga memiliki peran besar dalam menyemai nilai-nilai luhur kehidupan secara damai. Untuk itu, perempuan dituntut memiliki kecerdasan yang tinggi, dan menulis adalah salah satu wahana untuk mengolah kecerdasan rasio (akal) dan rasa.
“Kalau perempuan cerdas, keluarga juga cerdas. Jika keluarga cerdas, masyarakat akan cerdas. Saat masyarakat cerdas, bangsa ini juga akan menjadi cerdas,” tegas Parni.
Parni meyakinkan, bahwa setiap orang bisa menulis. Terlebih di era digital seperti saat ini, dengan bantuan gawai (gadget), kita dibiasakan menulis melalui aplikasi percakapan di telepon seluler. “Tinggal bagaimana dilatih untuk menulis yang baik dan bermanfaat,” tukasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVII Ditkuad PG Mabes AD, Angelia Sasongko, mengamini pernyataan Parni. Saat ini, peranan perempuan di berbagai bidang kehidupan sangat besar. Banyak di antara mereka yang menempati posisi-posisi strategis di berbagai sektor. “Untuk itu, kita harus menjadi wanita cerdas masa kini,” katanya.
Menurutnya, ada beberapa cara untuk menjadi wanita cerdas di masa kini. Pertama yang harus dilakukan adalah dengan banyak membaca, bisa membaca buku atau apa pun. “Karena membaca dapat menambah wawasan, meningkatkan analisis otak, melatih konsentrasi dan menurunkan tenakan darah,” urainya.
Cara kedua, kata Angel, dengan meningkatkan cara berpenampilan, karena penampilan itu sangat mencerminkan kepribadian. Terakhir, wanita juga harus pandai dalam pergaulan. “Supaya wanita dihargai, kita harus memiliki etika yang sopan, santun dan menghormati orang lain,” tukasnya.


