JAKARTA – Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia menyayangkan jika isu haji dan umrah ini mulai diinternasionalkan, artinya dianggap sebagai isu politik luar negeri biasa, padahal ibadah umrah dan haji merupakan misi perdamaia.
Kedubes menegaskan jika Arab Saudi akan selalu memperlakukan khusus jemaah umrah dan haji tanpa memandang negara asalnya.
Hal tersebut disampaikan terkait isu ibadah haji yang berhembus akibat ketegangan hubungannya dengan Qatar. Arab Saudi menyatakan tak pernah mempersulit setiap warga negara lain yang ingin menunaikan ibadah haji maupun umrah.
Dalam rilisnya, Rabu (23/8/2017), Kedubes juga menyatakan jika setiap tahun setidaknya ada nota kesepahaman yang ditekan dengan 70 negara untuk menjamin keselamatan dan keamanan jemaah haji.
Pada 2017 disebutkan bahwa Arab Saudi menerima jemaah lebih dari 6 juta orang termasuk di dalamnya dari Qatar dan Iran, dua negara yang sedang dikecam oleh Arab Saudi, dan tidak akan berpengaruh pada kegiatan Haji dan Umrah.
Diketahui sejak Arab Saudi memutuskan hubungan Dilpomatik dengan Qatar karena menuduh Qatar membiayai teroris, berhembus informasi warga Qatar tidak dapat melaksanakan ibadah umrah hingga haji.





