LIMAPULUH KOTA – Bencana banjir disertai tanah longsor kembali melanda Nagari (desa adat) Balai Panjang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Kamis (24/8/2017) dini hari.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nur Akmal mengatakan bencana yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB itu melanda empat jorong di dua nagari di Kecamatan Lareh Sago Halaban.
Ke empat jorong itu, satu di Nagari Batu Payuang yakni Jorong Subarang Aia dan tiga di Nagari Balai panjang, yaitu Tampuang Kodok, Tareh, dan Lurah Bukik
Akibatnya, 20 unit dan satu sekolah terendam, yakni SD 03 Balai Panjang. Sementara ketinggian air mencapai 30 hingga 40 centi meter atau setinggi lutut orang dewasa dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Limapuluh Kota, Ramadinol menyebutkan meluapnya Sungai Batang Mangkiti dikarenakan tingginya curah hujan sejak beberapa hari terakhir, bahkan hujan itu langsung deras setelah musim kemarau beberapa bulan sebelumnya.
Sementara longsor terjadi di Bukit Cermin. Kawasan hutan di bukit tersebut pernah terbakar pada September 2016 dan tanahnya mudah tergerus air.
“Naiknya air Sungai Batang Mangkiti dan longsor Bukit Cermin akibat tingginya curah hujan. Kondisi itu diperparah menyusul gundulnya bukit tersebut akibat terbakar pada 2016,” kata dia, dilasnir Antara.
Kini air telah mulai surut dan masyarakat bersama TNI, Polri dan BPBD tengah membersihkan lumpur dari dalam rumah serta sekolah yang terkena dampak bencana tersebut.





