Makedonia-Kepolisian anti huru hara Yunani Rabu kemarin melakukan operasi pengamanan untuk memindahkan ribuan pengungsi yang berada di perbatasan Makedonia,
Hal ini dilakukan setelah Skopje memperkenalkan penyaringan pendatang berdasarkan kewarganegaraan.
Pengungsi yang sebagian besar warga Maroko dan Pakistan, diarahkan dan dibawa pergi dengan bus. Sepuluh bus di antaranya meninggalkan Athena pagi hari dengan tenang.
Namun mereka yang bersedia bisa mengajukan suaka sedangkan sebagian lain dipulangkan.
Sementara itu, seperti diberitakan Reuters polisi mulai membongkar tenda-tenda migran yang menutup jalur rel kereta sejak sebulan terakhir. Hal ini mengakibatkan kerugian bagi operator kereta api dan eksportir Yunani.
Karena Mekedonia hanya mengizinkan masuk pengungsi dari Suriah, Irak, dan Afghanistan, pendatang dari negara lain tertahan di perbatasan dengan Yunani sampai berminggu-minggu.
Kemarahan mereka makin menjadi ketika minggu lalu beberapa kelompok pendatang merebut tenda kelompok, yang dikelola lembaga kemanusiaan, dan menghancurkan beberapa rumah buatan badan pengungsi PBB.
Sementara itu, polisi mulai membongkar tenda-tenda pendatang yang telah menutup jalur rel kereta selama sebulan terakhir dan mengakibatkan kerugian bagi operator kereta api dan eksportir Yunani.
Perbatasan Yunani-Macedonia di stasiun kereta api Idomeni, berseberangan dengan Gevgelija dalam wilayah Yunani, ditutup pada 18 November lalu oleh pemerintah Macedonia saat mereka mengizinkan masuk para pengungsi dari negara perang seperi Suriah, Irak, dan Afghanistan.





