JAKARTA – Terlahir dari kedua orangtua yang tunanetra, tak membuat Retno Puji Astuti memendam impian. Ia sukses membiayai hidup keluarga, mendapat beasiswa kuliah, dan membanggakan orang tua dengan lulus cumlaude sebagai calon bidan dengan IPK 3.72.
Lulusan Akademi Kebidanan Yogyakarta (Akbidyo) itu mengaku ia mulai memegang tabungan beasiswa sejak kelas 5 SD.Retno pun melanjutkan kuliah entrepreneur selama satu tahun sebagai modal kerja.
“Sejak kecil memang sudah nyari uang sendiri untuk biaya sekolah,” ujar Retno seperti dilansir Tribun Jogja (31/8).
Usai kuliah, Retno pun mencari kerja di Jakarta selama satu tahun.Sambil bekerja Retno terpikir untuk melanjutkan kuliah.
“Sebenarnya masih pingin sekali lanjut kuliah untuk menjadi bidan, itu cita-cita saya tapi memang tidak punya dana,” jelas wanita kelahiran Kulonprogo, DIY itu.
Retno merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Wakijo (65) dan Suprih Mulyani (66). Sejak kecil dirinya sudah hidup mandiri bersama kakak dan adiknya untuk membantu orangtua. Segala hal ditekuni tanpa mengeluh dan bergantung pada orangtua yang berprovesi sebagai tukan pijat.
Ayahnya menjadi tunanetra sejak umur 8 tahun sedang ibunya sejak lahir sudah tidak bisa melihat.Di tahun 2014, dia bertemu dengan guru SMA-nya. Ia pun ditawari ada beasiswa penuh untuk bersekolah menjadi calon bidan.
Tanpa berpikir panjang, Retno pun langsung menyetujui dan mengikuti segala tes yang disediakan Yayasan Akbidyo. Ia pun akhirnya lolos dan dinyatakan mahasiswa diploma ilmu kebidanan dengan status penerima beasiswa yayasan alias gratis biaya kuliah, bahkan Retno mendapat asrama untuk tinggal semasa kuliah.
“Saya sangat bersyukur dapat kesempatan ini, saya buktikan bahwa saya layak dengan berkuliah yang baik dan lulus tepat waktu,” tuturnya.





