PBB Khawatirkan Bencana Kemanusiaan di Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Pengungsi Rohingya di penampungan sementara di Balukhali dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 2 September 2017/ Reuters

BANGLADESH – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan 123.600 pengungsi Rohingya telah melintasi perbatasan dalam 11 hari terakhir dari negara bagian Rakhine.

Kedatangan mereka telah menimbulkan kekhawatiran akan bencana kemanusiaan baru yang telah memadati kamp-kamp di Bangladesh, dimana sudah menampung sekitar 400.000 pengungsi Rohingya sebelum krisis terakhir, dan berjuang untuk mengatasi arus pengungsi yang masuk.

Koordinator utama PBB di Bangladesh dalam sebuah laporan yang dilansir AFP, Selasa (5/9/2017) mengatakan banyak yang tidur di udara terbuka dan sangat membutuhkan makanan dan air setelah berjalan berhari-hari untuk mencapai keselamatan.

“Akibat arus pengungsi pengungsi yang banjir, sebuah krisis kemanusiaan besar terjadi di sini,” kata juru kampanye hak asasi Bangladesh Nur Khan Liton.

“Orang-orang tinggal di kamp pengungsian, di jalan, halaman sekolah dan di bawah langit terbuka, mereka membersihkan hutan untuk membuat permukiman baru, ada krisis air dan makanan yang akut.” tambahnya.

Kerusuhan terakhir terjadi ketika sebuah kelompok militan Rohingya meluncurkan serangkaian penyergapan terkoordinasi pada pos keamanan Myanmar.

Rohingya dipandang sebagai imigran gelap di Myanmar dan telah menderita puluhan tahun dengan penganiayaan, menurut kelompok hak asasi manusia.

Kesaksian yang tidak dapat diverifikasi dari mereka yang telah melarikan diri memiliki dugaan pembunuhan massal yang seru dan desa yang dibakar oleh tentara, gerilyawan Budha dan militan Rohingya.

Selain Rohingya, setidaknya 11.000 umat Buddha Rakhine dan Hindu telah melarikan diri dari pembakaran dan serangan oleh militan ke kamp-kamp di Myanmar.

Advertisement