Krisis Air, Warga Serang Nekad Konsumsi Air Selokan

ilustrasi

BANTEN – Kekeringan di musim kemarau juga terjadi di Kampung Pranan, Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, bahkan warga sebagian besar mencuci baju, mandi dan mengambil air untuk memasak dari air irigasi yang kotor.

Rosihah, salah satu warga mengaku setiap hari selalu mencuci baju, mandi, bahkan mengambil air untuk memasak dari air tersebut meski airnya kotor, berwarna hitam dan penuh sampah.

“Air ini buat mandi, nyuci baju, buat masak nasi, ngambil airnya pakai jeriken,” kata Rosihah, dikutip merdeka.com.

Akibat menggunakan air yang kotor, ia tak pelak merasakan gatal-gatal namun hanya bisa pasrah karena sulitnya mendapatkan air.

Khusus untuk minum, warga membeli dengan mengisi air galon seharga Rp 3.500. Air galon tersebut hanya untuk minum, karena apabila dipakai memasak tidak akan cukup.

Advertisement