BANGLADESH – Warga Bangladesh telah membantu pengungsi Muslim Rohingya saat negara tersebut bekerja untuk melindungi ratusan ribu minoritas Rohingya yang teraniaya dan melarikan diri dari peningkatan kekerasan di Myanmar.
Bangladesh dipuji karena telah menanggung beban melindungi Rohingya meski ada tantangan tersendiri di negara tersebut karena Bangladesh adalah salah satu negara termiskin di kawasan ini.
Pada hari Selasa (12/9/2017) laporan media mengatakan orang-orang yang tinggal di wilayah perbatasan Myanmar-Bangladesh secara sukarela membantu pengungsi Rohingya. Badan-badan bantuan telah berjuang untuk mengatasi arus pengungsi yang luar biasa di wilayah tersebut.
Menurut sebuah laporan AFP, Sajeed Hassan (12) yang sedang menghabiskan liburan sekolahnya dengan sukarela membantu di sebuah dapur darurat di halaman depan pamannya di dekat kota perbatasan Teknaf.
Hassan bekerja bersama sekitar belasan relawan untuk memasak dan mengemas makanan untuk para pengungsi.
“Mereka adalah Muslim dan mereka berasal dari negara lain, itulah mengapa kami membantu,” kata Hassan, menambahkan, “Mereka datang dari tempat yang jauh, dan mereka menderita. Saya merasa senang membantu mereka dan saya ingin berbuat lebih banyak.” tuturnya.
Rohingya dikatakan memiliki hubungan berabad-abad dengan wilayah Chittagong di perbatasan di Bangladesh.
Abdul Khalek, seorang warga Bangladesh lainnya yang bekerja di kios pinggir jalannya yang sederhana dengan atap terpal dan lantai lumpur, berkata, “Terkadang mereka datang ke restoran saya, makan dan kemudian memberi tahu kami bahwa mereka tidak punya uang.” ungkapnya.
“Tapi saya tidak keberatan, ini adalah tugas seorang saudara Muslim yang lain untuk membantu dalam kesusahan,” Khalek menambahkan.
Banyak pengungsi Rohingya yang tiba-tiba lapar dan trauma setelah berhari-hari berjalan melalui hutan atau mengepak ke dalam perahu kayu yang reyot untuk mencari keamanan di Bangladesh.




