Rakyat dan Pemerintah Somalia 'Kutuk' Pelaku Bom Hotel Jazeera

MOGADISHU – Pemerintah Somalia dan penduduk Mogadishu bersatu, Selasa (28/7/2015) mengekspresikan kemarahan mereka atas pembunuhan 15 orang, termasuk staf kedutaan Tiongkok, dalam serangan teror hari Minggu di Hotel Jazeera, Somalia.

Juru bicara pemerintah Somalia, Abdisalam Ahmed Aato, mengatakan, pemerintah menyesalkan serangan teroris di rumah kedutaan Tiongkok dan mencederai tiga staf kedutaan tersebut.

“Pertama kami menyampaikan ungkapan belasungkawa kami kepada pemerintah dan rakyat Tiongkok, dan berjanji untuk menyeret pelaku ke pengadilan,” kata Aato di Mogadishu.

Aato mengatakan, Al-Shabaab ingin mengirim pesan bahwa Somalia tidak aman, tapi pemerintah akan meningkatkan kampanye untuk penghapusan militan yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

“Seperti yang Anda tahu ada operasi militer di Somalia Selatan, dan militan diusir dari daerah strategis, karena itu mereka mulai membunuh orang yang tidak bersalah,” tambahnya.

Pejabat pemerintah mengatakan bahwa serangan terhadap hotel, ditujukan untuk meneror kedutaan Tiongkok, Mesir, Kenya dan Qatar. Namun pemerintah memastikan peristiwa ini tidak akan mempengaruhi hubungan kedua negara.

“Hubungan antara kedua negara sangat kuat dan tidak dapat dipengaruhi oleh tindakan barbar seperti itu, dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Tiongkok atas bantuan untuk Somalia,” ia meyakinkan.

Seperti dilaporkan Xinhua, beberapa warga di Mogadishu menyatakan kesedihan mereka tentang serangan di hotel tersebut.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here