MEKSIKO – Sedikitnya 248 orang tewas saat akibat sebuah gempa berkekuatan 7,1 skala richter yang melanda Meksiko pada hari Selasa, dan 21 anak diantaranya tewas tertindih puing sekolah yang hancur.
Kehancuran tersebut menghidupkan kembali kenangan mengerikan di Meksiko pada ulang tahun gempa besar lainnya pada tahun 1985.
Salah satu adegan yang paling menyedihkan adalah di sekolah dasar Enrique Rebsamen di sisi selatan Mexico City, yang lantai tiga runtuh menjadi satu, membuat para siswa dan guru terjebak di dalamnya.
Dua puluh satu anak-anak dan lima orang dewasa tewas, kata Mayor Jose Luis Vergara dari angkatan laut Meksiko, yang mengkoordinasikan usaha penyelamatan yang melibatkan ratusan tentara, polisi, sukarelawan sipil dan anjing penyelamat.
Dia mengatakan 30 sampai 40 orang lainnya terperangkap di dalam, sementara 11 anak telah diselamatkan sejauh ini.
Petugas darurat menemukan seorang guru dan seorang siswa hidup di bawah reruntuhan dan mencoba mengeluarkan mereka.
Laporan media lokal mengatakan bahwa tentara telah memberikan oksigen kepada satu anak yang terperangkap melalui sebuah tabung.
Presiden Enrique Pena Nieto, yang dilarikan ke lokasi, memperingatkan korban tewas bisa meningkat.
“Sayangnya, banyak orang telah kehilangan nyawa mereka, termasuk anak-anak, di sekolah, bangunan dan rumah,” katanya dalam pidato nasional.
Kerusakan tersebut melanda sejumlah negara bagian dan jumlah korban tewas pada Rabu dini hari adalah 248, kata kepala badan penanggulangan bencana nasional, Luis Felipe Puente, di Twitter.
Selain Mexico City, orang-orang juga tewas di Puebla, Morelos, negara bagian Meksiko dan Guerrero, kata Menteri Dalam Negeri Miguel Osorio Chong, dilansir AFP.





