Gambia Resmi Jadi Negara Islam, Minoritas Kristen Dilindungi

Presiden Gambia Yahya Jammeh umumkan Gambia menjadi Negara Islam. Foto: AFP

GAMBIA (KBK) – Presiden Gambia mendeklarasikan Negara yang berada di Afrika Barat itu resmi menjadi Negara Islam berbentuk Republik.

Keputusan itu dibuat karena Islam adalah agama yang paling banyak dianut oleh warga Gambia dan Bangsa Gambia harus melepaskan diri dari pengaruh kolonial.

Presiden Yahya Jammeh membacakan deklarasinya setelah akhir rapat umum politik yang diselenggarakan pada hari Jumat di Desa Pesisir Brufut, sekitar 15 km sebelah barat dari Ibukota Banjul.

“Karena sejalan dengan identitas dan nilai-nilai negara, saya menyatakan Gambia sebagai Negara Islam,” kata Yahya Jammeh.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (14/12/2015), sekitar 90 persen dari warga Gambia atau sebanyak 1,8 juta orang adalah Muslim.

Negara ini mendapat kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1965.

“Gambia tidak mampu untuk melanjutkan warisan kolonial,” kata Jammeh.

Dalam upaya untuk menghilangkan ketakutan pemeluk agama minoritas, Jammeh mengatakan hak-hak komunitas Kristen di Gambia yang dianut oleh delapan persen penduduk negara itu akan dilindungi.

Jammeh mengatakan tidak akan ada mandat untuk merubah pakaian.

“Kami akan menjadi negara Islam yang akan menghormati hak-hak semua warga negara dan bukan warga negara,” pungkas Jammeh.

Advertisement