Melayani Jenazah Sepenuh Hati

 

Karena layanan Barzah mengurus orang mati, banyak lika-liku yang dialami. Namun tak menyurutkan semangat untuk terus melayani.

Awalnya Hesti Handayani, istri dari Ustadz Madroi merasa senang ketika suaminya mendapat promosi menjadi Manager, Maret 2013. Karena dari Januari 2011, Madroi hanya berkerja sebagai staf biasa di salah satu program di Zona Madina.

Kesenangan itu sekonyong-konyong berubah, ketika ambulans jenazah sering parkir di depan rumah dan kain kafan semakin akrab ditaruh di atas meja di rumah. “Isteri pun mulai bertanya-tanya, tentang kerjaan saya. Setelah mendapat info dari sopir ambulans yang sering ke rumah, akhirnya isteri tahu kalau saya naik jabatan dari staf menjadi Manajer Layanan Barzah Dompet Dhuafa,” kisah Madroi.

Mengetahui hal itu, akhirnya sang isteri nyeletuk juga dan mempertanyakan mengenai pekerjaan alumni IAIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Maret 2008 ini. “Jadi promosinya menjadi manager mayyit? Ngga ada kerjaan lain,” tanya isteri Madroi ketika awal dia tahu posisi baru sang suami.

Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya keluarga menerima juga dan memaklumi pekerjaan ayah dari dua anak perempuan Arifah Dinia Ramadhani, 7 tahun dan  Afifah Alfia Farhana, 1,5 tahun, ini.

Begitu juga dengan Ambulans jenazah yang tadinya disuruh parkir jauh-jauh dari rumah kini sudah biasa parkir di halaman rumah. Begitu juga ketika dulu potongan kain kafan selalu dimintau tidak ditaruh di rumah, kini sudah biasa ditaruh di lemari atau meja di dalam rumah.

Dalam layanan ini, kata Madroi, yang paling susah adalah mencari sopir untuk ambulansnya. Jarang orang yang bertahan menjadi sopir ambulans jenazah ini. “Karena urusan mereka menolong orang mati, jadi lika-liku di lapangan berbagai macam problem dan rintangannya. Terkadang membuat mereka tidak betah bekerja. Ada yang belum sampai satu bulan minta berhenti,” terang Madroi.

Karena itu, Madroi sering sekali turun ke lapangan mendampingi sopir. Ia memotivasinya dan sekaligus men-charge spiritualnya sendiri agar tetap semangat menjalankan tugas mulia itu, menolong keluarga dhuafa untuk mengurus jenazah anggota keluarganya.

“Sayangnya layanan ini dibiayai dengan dana donatur, kalau ini biaya dari diri sendiri mungkin akan sempurna amal berbagi dengan sesama,” ujar putra Betawi asal Citayam, Depok ini.

Pelayanan Barzah ini dibuka 24 jam, lanjutnya, karena kita tidak tahu kapan meninggalnya seseorang. Bahkan layanan ini bukan saja membantu keluarga dhuafa yang hendak menyelanggarakan jenazah anggota keluarganya, namun juga layanan kemanusiaan. Kerap kali layanan barzah juga membantu korban bencana dan kecelakaan lalu lintas.

Diakui Madroi, dinamika pelayanan Barzah ini sangat banyak. Sehingga seringkali mendatangkan semangat untuk berkerja dan terkadang ada dukanya sehingga membuat semangat menjadi menurun.

Ia mencontohkan, kalau mengevakuasi jenazah orang baik-baik maka tim Barzah akan banyak mendapatkan bantuan dari masyarakat sekitar dan keluarga. Sehingga proses penyelenggaraan jenazah akan mudah sampai ke pemakaman. Namun ketika mengevakuasi jenazah orang tidak baik, seperti pencuri yang mati dihajar massa atau orang yang dikenal di kampung itu biang kerok semasa hidupnya, kerapkali tim barzah mendapatkan perlawanan.

“Selain penolakan, bahkan dari anggota keluarga sendiri ada yang tidak mengakui, untuk menyelenggarakan jenazahnya juga tidak mendapatan pertolongan dari mereka. Jadi kerja Tim Barzah juga menjadi rangkap-rangkap, mulai dari mengantar, menyelenggarakan, sampai pemakaman,” jelas Madroi.

Bahkan yang lebih parah, lanjut Madroi, menjawab setiap pertanyaan masyarakat. “Semisal, ketika membantu jenazah pencuri yang tertangkap tangan itu, masyarakat akan menanyakan; memang boleh dana zakat yang dihimpun Dompet Dhuafa untuk menolong pencuri? ” imbuh Madroi.

Menjawab pertanyaan itu, Madroi menjelaskan, Barzah tidak menolong pencuri, tapi menolong keluarganya yang butuh pertolongan untuk mengurus jenazah anggota keluargnya. Akhirnya yang tadinya bertanya akhirnya langsung diam.

“Layanan Barzah ini tidak dipungut biaya, namun kalau ada yang menggunakan layanan barzah kemudian ingin berinfak silahkan saja melalui rekening lembaga;” terang Madroi

Sejauh ini, lanjut Madroi,  layanan Barzah rata-rata sekitar 70 layanan per bulan dalam dan luar Jabodetabek. Dari banyaknya permintaan, sangat terasa kurangnya armada dan tenaga. Begitu juga dana, sekian hari dana yang dibutuhkan juga semakin besar, karena layanan Barzah terus meningkat.

Saat ini, Barzah Dompet Dhuafa memberikan layanan berupa; antar jemput jenazah, darurat bencana dan edukasi (pelatihan) penyelenggaran jenazah bagi majelis taklim, mahasiswa, pelajar dan jamaah masjid serta kelompok rohani Islam di perusahaan-perusahaan.

Selama ini, masyarakat sering meminta kehadiran tim Barzah harus cepat sampai di rumah duka. Mereka selalu ingin memastikan ambulans sudah standby di rumah duka lebih awal. Karena itu, permintaan yang tadi buru-buru, ternyata sesampai di rumah duka belum siap apa-apa, terkadang masih harus menunggu anggota keluarga yang belum datang, sehingga tim barzah masih bisa ngopi dulu.

“Kita tetap saja melayani dengan secepat dan sebaik mungkin, karena kita ingin menentramkan dan meringankan beban orang yang berduka,” jelas Madroi.

Tentu ada aturan main yang disosialisasikan kepada pihak keluarga. Kepada pihak keluarga dijelaskan bahwa tim kita tidak membawa jenazah dengan kecepatan tinggi, untuk di tol hanya kecepatan 80 km per jam, di luar tol 60 km/jam.

“Hal itu kalau situasi yang mendukung, kalau situasi yang tidak mendukung tidak perlu secepat itu. Kadang-kadang masyarakat tidak mengerti. Mobil jenazah itu tidak harus cepat, tapi cukup diprioritaskan saja. Jadi tidak perlu menganggu pengandara lain, sampai digedor dan lain-lain,” jelas Madroi.

Seringkali terjadi di lapangan bagi pengiring yang tidak ikut briefing sebelum keberangkatan malah bertindak di luar yang direncanakan. Memang dalam membawa jenazah sebenarnya ada etika yang harus diamalkan, kalau tidak beretika tentu ada saja halangannya dalam menyelenggarakan jenazah tersebut. Mengambil jenazah harus dengan hati dan manusiawi. Meskipun sudah meninggal harus tetap dihormati.

Madroi mencontohkan pernah suatu kali timnya mengambil jenazah di kamar mayat RSCM, sekitar pukul 19.00 WIB. Karena waktu mengangkat jenazah tidak khidmat, bahkan ada yang sambil berncanda. Pas mau keluar dari kamar mayat hendak menuju keluar dari RSCM selama 4 jam malah mutar-mutar di RSCM aja, tidak ketemu jalan keluarnya. Akhirnya, mobil diparkirkan sebentar. Tim turun dari ambulans dan meminta ampun pada Allah Swt. Kemudian setelah naik kembali, hanya belok ke kanan sedikit saja ambulans berhasil keluar dari RSCM.

“Wallahualam, apa ada kaitannya dengan tidak menghormati jenazah, tapi demikianlah kejadian yang dialami tim Barzah. Sehingga sejak itu, ketika membawa jenazah, sopir selama membawa ambulans  tidak banyak berbicara, kecuali yang perlu saja untuk menanyakan jalan dan alamat tujuan saja. Selebihnya berzikir kepada Allah SWT,” jelas Madroi.

Saat ini tim armada Barzah terdiri dari 8 orang untuk melayani 3 pos secara bergiliran, satu armada ambulans terdiri dari satu sopir dan asistennya; Hasanuddin Nesip (Hasan), 34 tahun berpasangan dengan Asep, 36 tahun. Mulyadi, 38 tahun berpasangan dengan Yahya 30 tahun. Muhidin, 31 tahun berpasangan dengan Abdul Kadir Jaelani, 22 tahun. Ervin Adrian, 34 tahun berpasangan dengan Muhammad Taufiq Hidayatullah 36 tahun. Sedangkan Pos Barzah saat ini ada di RST Parung, Pondok Pinang Jakarta Selatan dan  Batu Ceper, Tangerang.

“Harapan saya, idealnya di setiap kota Jabodetabek ada pos armada Barzah Dompet Dhuafa. Namun yang mendesak untuk saat ini dibutuhkan pos di Jakarta Utara yang melayani kebutuhan di Jakarta Pusat dan Utara serta Pos Jakarta Timur untuk melayani kebutuhan Jakarta Timur dan Bekasi,” urai Madroi.

Untuk keamanan tim dalam membantu jenazah yang terkadang meninggal karena berbagai penyakit, maka tim dilengkapi dengan tool Safety; seperti masker, handscoon dan alkohol. Hal ini untuk menghindari tim terpapar penyakit yang menular dari jenazah yang dibantu. Untuk mendapatkan layanan barzah ini masyarakat dapat menghubungi call center 0859 2079 2999 (24 jam). [Maifil Eka Putra]

Advertisement