Pengungsi Rohingya Hampir Mencapai Setengah Juta, Kamp Kelebihan Kapasitas

Pengungsi Rohingya. Foto:Salman/DD

JENEWA – Juru bicara Badan Pengungsian PBB pada hari Jumat (22/9/2017) memperingatkan kondisi kamp-kamp pengungsi di Bangladesh saat Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar sudah mencapai setengah juta orang.

“Kamp-kamp terlalu padat penduduknya, ada risiko penyakit,” Andrej Mahecic mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Markas Besar PBB di Jenewa, dikutip Anadolu.

“Karena jumlah pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar ke setengah juta, Badan Pengungsi PBB meningkatkan penyerahan bantuan untuk menyelamatkan orang-orang yang putus asa berkemah di dekat dua kamp pengungsian resmi di tenggara Bangladesh,” kata Mahecic.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Fillipo Grandi, akan berada di Bangladesh pada hari Sabtu selama tiga hari untuk mendapatkan solusi pertama tentang skala krisis, bertemu dengan para pengungsi, dan melihat tanggapan UNHCR yang terus berlanjut atas tanggapannya untuk mendukung Bangladesh,” juru bicara menambahkan.

Juga berbicara di konferensi tersebut, badan migrasi PBB, juru bicara IOM, Joel Millman mengatakan bahwa dengan kedatangan baru-baru ini, jumlah total orang Rohingya di Bangladesh telah mencapai 803.000.

Millman mengatakan bahwa negara tersebut telah menampung 300.000 Muslim Rohingya ketika 74.000 orang lainnya tiba setelah kejadian tersebut pada bulan Oktober 2016, mengacu pada serangan terhadap pos-pos perbatasan di distrik Maungdaw Rakhine. Ini diikuti dengan tindakan keamanan lima bulan, yang menurut kelompok Rohingya, menyebabkan sekitar 400 orang tewas.

Sebanyak 429.000 pengungsi Rohingya lainnya tiba di Bangladesh setelah pecahnya kekerasan baru-baru ini, Milman menambahkan mengingat operasi keamanan baru di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, di mana pasukan keamanan dan gerombolan Buddha membunuh pria, wanita dan anak-anak, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya sejak Agustus. 25.

Advertisement