PVMBG Imbau Warga Bali Siapkan Masker

Ilustrasi Pengendara melintas saat hujan abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, di Brastagi, Karo, Sumatera Utara, Jumat (26/6). Erupsi tersebut sempat menyebabkan tertutupnya kawasan Brastagi (12 km dari Sinabung). ANTARA FOTO

BALI – Kepala Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Kementerian ESDM Kasbani menyarankan agar masyarakat Bali siaga masker, karena jika Gunung Agung meletus sebaran abu vulkaniknya lebih luas dibanding awan panas.

Imbauan tersebut juga ditujukan bagi masyarakat diluar peta kawasan rawan bencana.

Artinya, di luar kawasan rawan bencana itu, semburan abu vulkanik bisa mengarah kemana-mana bergantung arah angin dan kekuatan erupsi.

“Kalau semburan debu dan abu vulkanik, itu penyebarannya lebih luas dari awan panas. Kalau awan panas bisa kami polakan, tapi kalau abunya itu bergantung arah angin dan besar kecilnya erupsi,” kata Kasbani di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Kamis (28/9/2017).

Kasbani menerangkan, abu dan debu vulkanik ini berbeda dengan yang debu biasa. Debu dan abu vulkanik ini berbentuk kristal kaca yang apabila dilihat dari mikroskop itu sangat tajam.

Jika abu dan debu vulkanik masuk ke dalam tubuh manusia, bisa menyebabkan iritasi dalam tubuh. “Kalau debu biasanya kan cuma batuk batuk, nah kalau ini (abu dan debu vulkanik) iritasi,” jelas Kasbani, dilansir Tribun Bali.

Pihaknya hingga kini belum bisa memprediksi kapan erupsi Gunung Agung bakal terjadi. Namun, apabila terjadi pada Minggu-minggu ini, arah angin atau semburan debu dan abu vulkanik akan mengarah ke barat laut.

Perlu dicatat, meskipun arah angin bertiup ke barat laut, menurut Kasbani, tidak menutup kemungkinan semburan abu dan debu vulkanik mengarah ke timur dan selatan.

Arah semburan abu dan debu ke barat laut lebih tebal dan cepat, sedangkan ke arah lainnya lebih tipis.

Advertisement