
SAKIT itu hak semua anak bangsa. Siapapun orangnya bisa terkena, tak peduli tukang parkir, tak peduli jendral bintang empat. Sayangnya, sakit kemudian sering dijadikan para tersangka korupsi sebagai senjata menghindari pemeriksaan. Maka ketika Ketua DPR Setya Novanto tiba-tiba sakit ketika hendak diperiksa KPK, publik mencurigai sebagai sinetron. Paling kasihan, seorang pejabat tinggi negara sakit kok malah dibuat ledekan di jagad maya. Tapi begitulah, siapa menabur angin pastilah akan masuk angin sendiri!
Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid sampai-sampai ikut prihatin. Sebagai bangsa yang santun dan berbudaya, hendaknya mendoakan orang sakit segera sembuh sehingga bisa berkarya lagi bagi negara. Tapi yang terjadi, boro-boro mendoakan, malah Setyo Novanto dikerjai para netizen di dunia maya. Pada portal berita sebagaimana Detikcom, Kompascom, Tempocom; 95 presen komentator mendoakan yang jelek-jelek.
Paling sadis, gambar Ketum Golkar yang terkapar di rumahsakit Premier lengkap dengan bantuan oksigin pernafasan, justru dijadikan berbagai meme. Ada yang mengubah wajahnya jadi Batman, Power Rangers, Star Wars dengan tokohnya Luke Skywalker, Darth Vader, dan Yoda. Saat alat elektrokardiografi pendeteksi jantung di belakangnya nampak bergaris lurus, dikomentari: memangnya sudah mati? Tambah sadis lagi ketika terlihat infuse di tangannya, ada yang berkomentar: dulu papa minta saham, sekarang papa minta infus!
Sebetulnya sakit itu sangat manusiawi, siapapun orangnya bisa terkena. Tapi gara-gara para tersangka korupsi suka mengaku sakit saat mau diperiksa, akhirnya ketika Setya Novanto sakit publik tidak percaya. Bayangkan, orang sedang sakit kok dicurigai. Duh, duh, sakitnya sampai di sini……
Pak Harto, Syamsul Nursalim, Nurdin Halid, semua pernah beralasan sakit ketika hendak diperiksa Kejaksaan atau KPK sekarang. Belajar dari pengalaman itu, jurus “sakit” pun kemudian dipakai Setya Novanto yang jadi tersangka KPK sejak Juli lalu. Waktu itu Sekjen Golkar Idrus Marham menjamin bossnya pasti akan memenuhi panggilan KPK, asal tidak sakit. Di hari H-nya, eh……benar tidak datang dengan alasan itu tadi.
Begitu banyak kasus yang pernah membelitnya, sekarang begitu banyak pula penyakit yang diidapnya. Ada vertigo, gangguan ginjal, pengapuran jantung. Kena vertigo mungkin karena dia terlalu sering berkelit dari kasus yang dituduhkannya. Tapi pengapuran jantung? Publik mana percaya, sebab Setya Novanto seumur-umur kan tidak pernah jadi guru, kenapa jantungnya ada pengapuran?
Mana yang benar, Setya Novanto sendiri yang tahu. Tapi sebagai penderita sakit, sakitnya benar-benar sampai di sini. Bagaimana tidak? Orang sakit kok dicemoohkan publik. Publik memang geregetan akan sepak terjang Ketua DPR ini. Sudah terlibat kasus “papa minta saham”, gara-gara menang dalam uji materi di MK, masih bisa kembali jadi Ketua DPR.
Hari ini gugatan praperadilan Setya Novanto akan diputus Pengadilan. Semoga saja KPK dimenangkan, sehingga Ketum Golkar yang licin bagai belut itu tak berkutik lagi hingga sampai sidang Tipikor. Banyak juga orang Jawa yang bilang, sepertinya Setya Novanto ini memiliki ajian “Welut Putih”, sehingga selalu lolos dalam setiap terjerat kasus hukum. Terakhir, dia menjadi tersanga proyek e-KTP karena diduga ikut bermain mengatur-ngatur anggarannya. Makanya, jika nantinya sampai di sidang Tipikor, ada baiknya Jaksa menyiapkan pula daun kelor. Konon katanya, ajian “Welut Putih” akan sirna ketika disabet daun tersebut. (Cantrik Metaram)




