NEW YORK – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyerukan upaya yang lebih besar untuk mencegah konflik yang terjadi di berbagai negara di dunia yang mengakibatkan penderitaan panjang bagi warga sipil.
Presiden Sidang Majelis Umum PBB Miroslav Lajcak mengatakan PBB meningkatkan penggunaan aksi tanpa kekerasan yang berguna bagi perdamaian dan keamanan, hak asasi manusia dan pembangunan.
Dalam acara memperingati Hari Anti-Kekerasan Internasional, dia mengatakan jik satu a mediasi menjadi alat non-kekerasan paling efektif yang bisa membuat semua pihak menjauhkan diri dari konflik, menuju kompromi.
Di dalam pernyataannya, Lajcak mengenang debat umum tahunan ke-72 pekan lalu dan menyatakan seruan yang disampaikan oleh negara anggota bagi dukungan lebih besar buat pelaku lokal, nasional dan regional untuk melaksanakan cara tanpa-kekerasan guna menghentikan atau mencegah konflik.
Diketahui, Sidang Majelis Umum PBB, mulai 2007, menjadikan 2 Oktober sebagai Hari Anti-Kekerasan Internasional dimana tanggal tersebut bertepatan dengan hari lahir pemimpin India Mahatma Gandhi, yang memimpin gerakan kemerdekaan negaranya.





