Libur Sukkot, Israel Tutup Tepi Barat dan Jalur Gaza

Orang-orang Palestina dilarang masuk Israel meski memiliki izin kerja/ EPA
YERUSALEM –  Otoritas Israel telah menutup Tepi Barat dan Jalur Gaza saat perayaan Yahudi  liburan Sukkot dimulai, dimana di tempat tersebut terdapat sekitar empat juta warga Palestina.
Pada  Selasa tengah malam, semua penyeberangan ke Tepi Barat dan Jalur Gaza, dan banyak  warga Palestina  terkena dampak tindakan tersebut dan terpakasa menyeberang untuk pergi bekerja setiap hari, karena jalur ditutup hingga 14 Oktober nanti.

Kamal Haddad, seorang pejabat setempat di Beit Iksa, sebuah desa di sebelah barat laut Yerusalem, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pekerja di daerah tersebut telah ditolak masuk ke Israel dan lokasi pembangunan permukiman selama beberapa hari.

“Mereka (tentara Israel) berkeliaran di sekitar lokasi pembangunan permukiman di Tepi Barat dan jika mereka melihat orang di sana, mereka segera mengirim mereka kembali ke desa mereka,” katanya.

Al-Haq, sebuah LSM hak asasi manusia yang berbasis di Ramallah, mengatakan bahwa penutupan tersebut dianggap ilegal menurut hukum humaniter internasional dan dapat merupakan kejahatan perang.

“Penutupan tidak hanya melarang orang-orang Palestina untuk memasuki wilayah Israel, melainkan juga menyangkal akses ke Yerusalem Timur yang diduduki, dan menetapkan hambatan dan menghalangi pergerakan orang-orang Palestina di Tepi Barat,” kata Maha Abdullah, seorang peneliti hukum di Al-Haq.

Sukkot merupakan satu dari tiga hari libur Yahudi, yang kerap menimbulkan ketegangan dengan Palestina sepanjang sejarah. Sejak pendudukan pada 1967, timbul kekhawatiran kalau Israel akan mencaplok Al Aqsa dengan meningkatkan jumlah pengunjung Yahudi.
Advertisement