CHAD–Lebih dari 335 ribu orang terancam kelaparan di wilayah sekitaran Danau Chad. Dari angka itu, 200 ribu di antaranya mengalami kekurangan gizi.
Direktur Oxfam untuk wilayah Chad, Elkana Mooh, melaporkan, mereka juga mengalami kekurangan dana untuk membiayai operasi kemanusiaan di wilayah ini. Dari US$121 juta yang dibutuhkan, hanya tersedia US$40 juta. Hanya ada 10 dokter di sana yang menjalankan misi kemanusiaan dari berbagai organsasi.
“Orang-orang di sini kehilang mata pencahariannya. Serangan Boko Haram dan strategi militer pemerintah telah memaksa mereka untuk meninggalkan rumah dan mata pencaharian mereka, dan tidak menawarkan alternatif apapun,” ujar Mooh seperti dilansir ReliefWeb, Senin (17/10) waktu setempat.
Mooh menceritakan bagaimana keluhan warga setempat. Mereka hanya mampu makan sekali dalam sehari. Bahkan, terkadang mereka tidak makan seharian. “Kami sangat lapar,” kata Hassane seperti ditirukan Mooh.
Anak laki-laki Hassane berusia enam tahun meninggal karena komplikasi malnutrisi. “Perutnya menimbulkan suara yang cukup berisik,” katanya. “Ketika kami membawanya ke puskesmas, perawat berkata: Ini bukan penyakit, itu adalah kelaparan,” terang Hassane.
Ada puluhan ribu orang di wilayah Danau Chad yang memiliki nasib seperti Hassane. Mereka tinggal di kamp penampungan dan hanya mengandalkan bantuan kemanusiaan yang datang. Masyarakat internasional hanya menyediakan 32% dari kebutuhan dana keseluruhan. Hal ini jelas tidak cukup untuk membantu mereka semua.




