Ini Manusia Cap Apa?

Ayam jago saja tidak akan tega mengawini kuthuk (anak ayam). Tapi kok manusia tega?

BERITA mengharukan datang dari Bandung tanggal 19 Oktober lalu. Nenek Juah (69) warga Padalarang, tewas dibunuh oleh cucu sendiri, Ridwan (21). Di tempat lain juga terjadi, anak bunuh ibu, bapak hamili anak kandung, bahkan anak kandung menghamili ibunya. Begitu bejad kelakuan orang sekarang di muka bumi, mereka ini manusia cap apa? Maka benar kata Dedy Mizwar lewat sinetron: kiamat sudah dekat.

Bila kita berselancar di internet dengan membuka Mbah Google, naudzubillah mindzalik, begitu banyak manusia yang kembali ke jaman jahiliyah. Demikian ombyokan manusia berkelakuan seperti hewan memamah biak. Mereka mengumbar nafsu, demi kepuasan perut, termasuk juga –maaf– yang di bawah perut. Seakan pencerahan agama lewat pengajian di TV, ceramah di mesjid; hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri.

Cucu durhaka dari Padalarang itu sudah berhasil ditangkap. Tapi motif apa sebenarnya, belum terungkap. Warga hanya melihat, nenek Juah terlibat cekcok dengan Ridwan, cucu dari Saodah putrinya. Saat anak lelakinya membawa pisau, Saudah bukan menyelamatkan ibu dulu, tapi lari keluar minta tolong tetangga. Ketika kembali ke rumah sudah telat, nenek Juah kadung terkapar mandi darah ditusuk pisau dan akhirnya tewas.

Dari Banyumas juga diberitakan, Aji Kisworo (30) tercatat jadi anak penjorangan pisan (kurang ajar) sepanjang sejarah Banyumas. Hanya karena sang ibu telat bikin kopi untuk dirinya, langsung ngamuk. Mbok Citem (70) yang baru saja selesai salat subuh ditusuk pisau hingga tewas. Peristiwa 27 Juli 2017 pagi itu tentu saja bikin geger warga Desa Tanjung Kec. Jatilawang. Kata para tetangga, semenjak dia tinggal di Bogor dan Jakarta, pikirannya memang tinggal 80 persen.

Kejadian di Kec. Bengkong, Batam (Riau) tambah kurang ajar lagi. EN (35), pada pertengahan Agustus 2017 lalu ditangkap polisi karena tega menggauli anak kandungnya, C (14). Ponakan sendiri si O (20), juga diperkosa hingga hamil 7 bulan. Makin parah lagi di NTB, RHM (42) janda cantik dari Tanjung Luar, Lombok, Desember 2016 dihamili anak kandungnya, HGY (14). Katanya, kesepin setelah berpisah dari suami 2 tahun lalu.

Coba, bila anak manusia seperti yang terjadi di  Padalarang, Batam, Jatilawang dan NTB ini terus terjadi, apa salah kata Dedy Mizwar pesinetron sekaligus Wagub Jabar: kiamat sudah dekat, sebagaimana judul sinetron berserinya. Mereka ini sudah tak kenal batasan mana etika dan moral. Mereka hanya mengejar kepuasan emosi dan kenikmatan badani belaka.

Cinta dan seks memang tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Tapi jika tak dikemas dalam aturan agama dan hukum negara, akan menimbulkan konsekuensi hukum dunia dan akhirat. Maka kakek nenek dari Jawa selalu mengatakan kepada para petualang asmara: penake mung saklentheng, rekasane sarendheng. Maksudnya adalah: kenikmatan sekejap harus ditebus dengan penderitaan berkepanjangan.

Begitu juga para manusia pembinasa keluarga sendiri, itu sungguh kebiadaban tiada tara. Ada ungkapan lama Jawa menyebutkan: sagalak-galake macan ora bakal mangan gogore dhewe (betapapun buas si macan takmungkin makan anak sendiri). Bahkan macan dan singa pun ketika di arena sirkus, bisa bersahabat dengan manusia.

Dalam Quran Allah Swt sudah diingatkan, betapa manusia harus memelihara kemaluannya (surat Annur ayat 30). Juga harus lemah lembut pada orangtua kita (surat Al Isra ayat 23-24). Padahal di TV, di mesjid, di pengajian kampung, pencerahan semacam itu sering terdengar. Tapi terus saja kebiadaban terhadap sesama  umat terus terjadi. Ini jenis manusia cap apa? (Cantrik Metaram)

Advertisement