
(KBK) – INDONESIA memiliki aneka ragam tanaman pangan selain padi, jagung, sagu serta berbagai jenis umbi-umbian dan biji-bijian (serealea) lainnya termasuk sorgum yang belum dikenal luas.
Tanaman sorgum diperkenalkan Tim Ikatan Alumni (IKAL-BPPT) ke wilayah Indonesia timur pada Pelayaran Bhakti Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PB PMK 2017) dengan kapal TNI-AL KRI Banjarmasin, 6 Oktober hingga 8 November 2017.
Selain benih (biji) tanaman sorgum dan kaliandra, Tim IKAL-BPPT juga memperkenalkan penggunaan kompor biomassa di kota-kota yang disinggahi PB PMK 2017 di Raha, Kab. Muna, Kotamadya Tual dan Langgur di Kab. Maluku Tenggara, Ambon, Agats di Kab. Asmat serta Merauke.
Tanaman sorgum yang berasal dari wilayah Amerika Tengah dan dibawa Belanda abad 19 lalu bisa dipanen pada usia 100 hingga 105 hari , saat 80 persen biji sudah mengeras dan malai menguning, dengan memangkas tangkai di bawah malai dengan sabit, kemudian digunakan alat perontok.
Selanjutnya biji sorgum yang berkulit ari keras disosoh secara manual dengan alu guna menghilangkan zat tanin dari biji. Jenis tanaman yang ingin dikembangkan adalah sorgum manis (sorghum bicolor L).
Ulat tanah, lalat, karat dan bercak daun adalah hama dan penyakit utama yang sering menyerang tanaman sorgum, namun penanganannya cukup mudah. Ulat tanah dan lalat bisa dibasmi dengan insektisida, sementara bercak daun dengan memangkasnya atau dengan merotasi tanaman.
Seribu biji sorgum manis dengan berat 28 gram yang ditebar di lahan seluas satu Ha dapat menghasilkan 5,7 ton biji sorgum.
Di China, pemanfaatan sorgum manis lebih banyak untuk pembuatan gula cair yang diperas dari batangnya ketimbang diambil bijinya untuk alternatif tanaman pangan. Setiap Ha tanaman sorgum menghasilkan 70 ton batang untuk dipanen tiga kali setahun.
Dengan asumsi luas tanaman sorgum 1,875 Ha, hasil panen mencapai 16,875 Kg (tiga kali panen) dengan harga jual Rp5.000 per kg, akan dihasilkan Rp84,375 juta.
Dari batangnya yang menghasilkan 210 ton (tiga kali panen) dan diperas sesuai rendemen gula (lima persen) dengan harga jual Rp10.000/Kg, bisa dihasilkan Rp147,5juta , sehingga total penghasilan dari biji dan barang sorgum dapat mencapai Rp231,87 juta per tahun.
Bahan pembuat pizza
Di AS, tepung sorgum digunakan sebagai bahan mentah pizza, muffins, kukis atau panganan olahan lainnya.
Sebagai pengganti jenis biji-bijian lain seperti kuskus, bulgur atau barley, tepung sorgum di AS bisa dijadikan pilaf (semacam nasi birjani) ditambahi irisan ikan, ayam, raisin, dibumbui bawang bombai, lada, daun salam dan potongan kacang almond.
“Tepung sorgum adalah bahan mentah panganan kesukaan saya dan saya mengunakannya untuk berbagai menu,” tutur penggemar sorgum, pimpinan perusahaan penerbit, Presiden Savory Palate, Inc., Carol Fenster, Ph.D .
Kecukupan hara diperlukan bagi perumbuhan tanaman, mulai dari pertumbuhan vegetatif sampai pengisian biji, sedang penyiangan dengan cangkul atau alat mekanis dilakukan dua kali pada usia tanaman tujuh sampai 10 hari dan antara 30 sampai 35 hari.
Sorgum termasuk tanaman yang bandel pada kondisi kekeringan dan efisien dalam pemanfaatan air karena daunnya mengandung lapisan lilin dan juga bisa tumbuh di wilayah pesisir dengan salinitas tinggi.
Sorgum sebaiknya ditanam di akhir musim hujan atau awal musim kemarau agar tanaman tumbuh optimal dan malai terisi sempurna disamping untuk menghindari serangan cendawan.
Penyiapan lahan dimulai dengan pengolahan tanah sedalam 15 hingga 20 cm untuk penggemburan, memperbaiki drainase, mendorong aktivitas mikroba tanah, sekaligus mematikan gulma.
Penanaman dilakukan dengan penugalan sedalam lima cm, sementara jarak tanam yang dianjurkan adalah 75 cm x25 cm. Setiap lubang ditanami dua tanaman, dan setelah benih ditanam, tanah ditutup dengan abu sekam.
Sejauh ini tanaman sorgum manis yang berasal dari Afrika itu baru dikembangkan oleh Balai Tanaman Serealia di Maros, Sulawesi Selatan.
Sorgum manis berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif bahan pangan dan juga substitusi zat pemanis. (Nanang Sunarto/31 Okt 2017)




