PALESTINA – Pejabat Palestina telah menolak sebuah laporan dari sebuah berita Israel yang mengatakan bahwa Arab Saudi memerintahkan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk menerima sebuah inisiatif perdamaian AS atau mengundurkan diri.
Channel 10 Israel membawa laporan tersebut pada hari Minggu tak lama setelah sebuah kunjungan yang tidak direncanakan oleh pemimpin Palestina tersebut ke Arab Saudi pekan lalu.
Seorang juru bicara partai Fatah Abbas, Osama Qawasmeh, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa laporan tersebut tidak benar dan bahwa pertemuan presiden Palestina dengan pejabat Saudi telah berjalan dengan baik.
“Kami benar-benar menolak laporan Israel, sama sekali tidak benar, pertemuan Abbas di Saudi adalah hal yang positif,” kata Qawasmeh, dilansir Aljazeera, Selasa (14/11/2017).
“Orang-orang Saudi menyatakan dukungannya untuk posisi Palestina, yang merupakan solusi dua negara yang dibangun di perbatasan Juni 1967, sejalan dengan hukum internasional. Mereka juga menyatakan dukungannya untuk rekonsiliasi Palestina. Posisi kita dan posisi Saudi selaras.” tuturnya.
Laporan Israel tersebut mengatakan bahwa Abbas dipanggil untuk menemui Pangeran Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman dan diperintahkan untuk menerima sebuah rencana perdamaian yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump atau mengundurkan diri.
Pejabat Saudi juga dilaporkan marah karena para pejabat dari gerakan Hamas, yang baru saja didamaikan dengan Fatah, telah mengunjungi Teheran.
Laporan tersebut muncul di tengah klaim Arab Saudi yang menekan para pemimpin regional agar sesuai dengan kebijakan luar negerinya.




