Serangan Teror Semakin Brutal

Teror terhadap jamaah di Mesjid Al-Raudhah, Sinai Utara (24/11) akibatkan 200 orang tewas

AKSI  teroris terus mengintai dan seakan tidak ada matinya, kali ini terjadi di Semenanjung Sinai, Mesir, Jumat (24/11) mengakibatkan 200 jamah shalat Jumat di mesjid Al-Raudhah, Desa Bier el-Abd tewas.

Entah setan apa yang merasuki para pelaku, membunuh para korban yang sedang berada di mesjid, melaksanakan kewajibannya, bersujud dan berserah diri  di rumah Allah tersebut.

Sejauh ini,  pihak keamanan Mesir belum mengeluarkan pernyataan resmi sehingga informasi mengenai aksi penyerangan brutal tersebut masih simpang siur dan muncul dalam berbagai versi.

Menurut stasiun TV Mesir, 305 orang tewas, 130 luka-luka  akibat bom yang dipasang di ruang mesjid, dilanjutkan dengan penembakan oleh sejumlah orang bersenjata.

Kemudian sejumlah orang bersenjata menyerbu mesjid dan menembak secara membabi-buta, sedangkan  sebagian  pelaku membakari mobil yang diparkir di halaman mesjid.

Sementara pakar keamanan Mesir Brigjen Mahmud al-Qatri mengungkapkan, gerombolan bersenjata  melepaskan tembakan secara massif saat jemaah hendak keluar mesjid seusai shalat Jumat.

Qatri juga menilai, serangan itu menunjukkan kegagalan aparat keamanan dan dinas intelijen mengendusnya, dan dengan nada geram ia meminta pemerintah memecat semua yang bertanggung   jawab dalam masalah keamanan.

Serangan bersenjata di wilayah Sinai Utara tersebut  merupakan aksi teror  terbesar pasca digulingkannya Presiden Muhammad Mursi pada 3 Juli 2013.

Tidak pelak lagi, aparat keamanan langsung menutup seluruh akses  jalan  dari dan menuju Sinai Utara dan penyeberangan Terusan Suez dari dan ke Sinai Utara yang biasanya menggunakan ferry serta menyisir kawasan el-Arish,  sekitar 40 Km dari Bir el-Abd.

Pada kejadian-kejadian sebelumnya, sayap kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) biasanya mengklaim bertanggung jawab, namun dalam aksi di mesjid al-Raudhah sejauh ini belum ada pihak yang mengaku.

Namun bisa diduga aksi kemungkinan dilancarkan oleh sisa-sisa laskar NIIS setelah basis utama mereka di Mosul, Irak serta Raqa dan Allepo,Suriah jatuh ke tangan pasukan pemerintah  didukung  koalisi internasional dan fraksi-fraksi militer lainnya.

Aksi teror mematikan di mesjid al-Raudhah, Mesir itu, diduga untuk mengabarkan pada dunia bahwa NIIS masih ada sehingga tidak bisa dipandang sebelah mata oleh lawan-lawannya

Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi dilaporkan langsung menggelar rapat dengan para petinggi otoritas keamanan termasuk seluruh kepala staf angkatan bersenjata dan  dinas intelijen serta mengumumkan tiga hari berkabung nasional.

Aksi teror dilancarkan di tempat dan waktu tidak terduga. Tidak ada cara lain,agar  seluruh aparat keamanan   dan juga masyarakat selalu waspada.

(AP/Kompas/ns)

 

 

 

 

Advertisement