BALI – Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mendeteksi secara visual aktivitas Gunung Agung yang dua kali melontarkan cahaya merah diiringi suara dentuman keras yang bersamaan semburan abu vulkanik dari kawah gunung.
“Secara visual kami melihat kepulan asap konstan Pukul 20.00 Wita hingga Pukul 21.00 Wita yang terekam juga ada suara dentuman disela kepulan abu yang menerus naik,” kata Kepala Bidang Mitigasi PVMBG, I Gede Suantika di Pos Pemantauan Gunung Agung, Desa Rendang, Minggu malam.
Menurut dia, kebulan abu kelabu gelap yang terdata saat ini mencapai ketinggian antara 3.000 meter dari puncak Gunung Agung dan terdengar dentuman yang teridentifikasi dari seismograf milik PVMBG di pos pantau.
Ditambahkannya kemungkinan dentuman ini terjadi karena aliran abu yang sempit di dasar kawah dan tekanan magma untuk menekan ke atas sangat tinggi, akibat volumenya meningkat.
Sampai saat ini, pihaknya belum dapat memprediksi apakah letusan Gunung Agung ke depannya semakin membesar atau tidak, karena perlu dikaji selama satu bulan ke depan.
Sementara dilansir Antara, menurut info warga yang berada di radius lima kilometer sebelum mengungsi mendengar gemuruh Gunung Agung sangat keras.





