Nenek ini Rela Jalan Kaki Jauh untuk Dapat Sembako Murah

Saliyem di Pasar murah Sragen/ Solopos

SRAGEN – Nenek Saliyem (82) tahun rela berjalan kaki sejauh satu kilometer untuk mendapatkan semabko dengan harga murah di Aula Desa Pendem.

Saliyem menjadi salah satu warga dari 600 orang warga Desa Pendem yang antre membeli sembako pada Selasa (5/12/2017), di pasar murah yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen hingga Senin pekan depan.

 

Dengan uang  Rp27.000 yang dibawanya dia  mendapat satu plastik berisi telur 1 kg, beras 2 kg, gula 1,5 kg, dan minyak goreng kemasan 1 liter.

Ia berjalan kaki dari rumah yang berjarak sekitar 1 km mengenakan sandal seadanya. Saat pulang, seorang petugas , Mas Wit, berinisiatif mengantarkan Saliyem sampai ke kediamannya dengan membawa motor.

Di rumahnya, Saliyem tinggal di sebuah rumah sederhana berdinding asbes bersama suaminya, Marto Rejo Kardi (87). Marto tidak bisa berjalan sejak empat tahun terakhir karena kakinya bengkak akibat luka luar yang tak kunjung sembuh. Hidup dalam kemiskinan keduanya tetap bertahan hingga lanjut usia seperti sekarang.

Sementara itu Kabid Pengembangan dan Pembinaan Perdagangan Disperindag Sragen, Boghy Yeano Wibowo, mengatakan pasar murah yang didatangi Suliyem menyasar 8.000 warga miskin dari 14 kecamatan.

“Kami menjual barang paket sembako bersubsidi. Harga sembako senilai Rp79.000/paket hanya dijual Rp43.000/paket karena ada subsidi minimal Rp35.000/paket. Upaya ini kami lakukan karena untuk menekan laju inflasi yang terjadi pada momentum Natal dan Tahun Baru. Kami sadar kegiatan ini hanya berdampak kecil tetapi minimal bisa membantu orang miskin,” ujarnya, dikutip Solopos.com.

Advertisement