MELBOURNE (KBK) – Pmerintah Negara Bagian Tasmania, Australia telah menetapkan rencana untuk meningkatkan usia merokok standar nasional yang tadinya 18 tahun menjadi 21 tahun.
Pemerintah Tasmania mengusulkan anak-anak muda tidak diperbolehkan untuk merokok sampai mereka berumur 21 tahun.
Inisiatif pemerintah tersebut dilakukan untuk perawatan kesehatan warganya, dengan tujuan agar Tasmania menjadi negara tersehat di Australia pada tahun 2025.
Saat ini menurut statistik, lebih dari setengah penduduk Tasmania mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, dan 20 persen penduduk adalah perokok aktif.
Menteri Kesehatan Tasmania Michael Ferguson mengatakan usulan batas usia merokok, merupakan komponen pertama dari rencana kesehatan preventif pemerintah yang akan dirilis pada awal tahun 2016.
“Kami mengusulkan bahwa kita mengangkat usia merokok dari usia 18 tahun menjadi 21 tahun atau sedang dikaji juga usia 25 tahun,” kata Ferguson kepada Australia Broadcast Corporation (ABC) pada hari Senin (21/12/2015).
“Di sini kami menetapkan tarif sangat tinggi untuk rokok, kita tahu bahwa setiap rokok akan merusak anda. Kami berusaha untuk melakukan yang terbaik, meski kami belum mencapai target untuk melindungi kesehatan masyarakat sesuai target kami,” katanya.
Menurut Dewan Kanker Australia, sekitar 32 persen dari penderita kanker di Tasmania adalah perokok aktif berusia 18 sampai 24 tahun.
Australia Medical Association (AMA) memuji ide pemerintah Tasmania untuk meningkatkan batasan usia merokok tersebut. Lembaga ini juga mengatakan merokok menjadi penghalang terbesar Australia untuk mencapai kesehatan yang lebih baik.
“Hal yang penting untuk disadari adalah, 100 persen dari perokok aktif telah mulai merokok sejak usia 25 tahun,” kata sekretaris AMA, Tasmania, ke waratawn ABC, Senin (21/12/2015).
Seperti dilaporkan Xinhua, dua-pertiga dari semua perokok akan meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan merokok dan merokok menyebabkan lebih banyak kematian daripada obat dan alkohol.





