700 Pengungsi Rohingya Terinfeksi Difteri, Sembilan Meninggal

Ilustrasi kamp pengungsi Rohingya di Cox Bazar dalam kondisi tidak sehat/ AFP

BANGLADESH – Wabah difteri  telah menewaskan sembilan pengungsi rohingya dan menginfeksi lebih dari 700 orang, kebanyakan anak-anak, karena sanitasi yang buruk dan kurangnya kebersihan di kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Departemen layanan kesehatan Bangladesh mengatakan bahwa 700 pengungsi yang terinfeksi, 104, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak, telah terjangkit penyakit ini di 24 jam terakhir.

“Sejauh ini sembilan orang telah meninggal dalam dugaan wabah difteri,” kata Meerzady Sabrina Flora, kepala Institut Epidemiologi, Pengendalian dan Penelitian Penyakit Bangladesh (IEDCR), seperti dilansir AFP.

Petugas kesehatan di Bangladesh mengatakan bahwa mereka tidak sadar dengan menyebarnya  penyakit bakteri di kamp pengungsi Rohingya di tenggara Bangladesh. Salah satu keprihatinan terbesar di kamp adalah sanitasi yang buruk dan kurangnya fasilitas kebersihan yang telah memicu ketakutan akan timbulnya kolera, yang menyebar melalui air kotor dan dapat membunuh jika tidak diobati.

Difteri adalah penyakit pernafasan yang sangat menular yang bisa berakibat fatal jika tidak diobati, namun sempat langka dalam beberapa dekade terakhir karena tingginya tingkat vaksinasi.

 

Advertisement