BALI – Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla mengunjungi para pengungsi di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pertanian dan Holtikultura, Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
“Saya merasa simpati dan sedih karena dampak erupsi Gunung Agung membuat anak-anak harus bersekolah di pengungsian, tidur di pengungsian, warga lansia, orang tua juga harus di pengungsian,” ujarnya saat memberikan sambutan di Posko Pengungsian setempat, Sabtu (30/12/2017).
Dia meyakinkan kepada para pengungsi bahwa dibalik musibah erupsi Gunung Agung ini mudah-mudahan ke depannya membawa suasana lebih baik dan pengungsi lebih tabah menjalani cobaan ini.
Pihaknya mendoakan semua pengungsi Gunung Agung dapat selesai menghadapi cobaan ini karena rumahnya berada pada radius zona bahaya 8 kilometer dengan perluasan sektoral 10 kilometer dari timur, timur laut, utara, selatan dan barat dari puncak Gunung Agung.
“Saya berharap warga tetap tenang dan khawatir berada di posko pengungsian ini, karena radius zona KRB jauh dari puncak Gunung Agung,” kata Jusuf Kalla di sela-sela libur Tahun Baru bersama keluarga di Pulau Dewata itu.
Oleh karena itu, ia mendorong para pengungsi tetap beraktivitas seperti biasa di luar radius KRB ini, seperti anak-anak yang mau bersekolah bisa tetap mengenyam pendidikannya, warga yang berjualan di pengungsian juga dapat terus berekonomi.
“Mudah-mudahan kondisi segera pulih seperti biasa sehingga warga pengungsi bisa kembali ke rumahnya masing-masing,” katanya, dilansir Republika.





