GARUT-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut mewaspadai kecelakaan yang bisa terjadi di kawasan Pantai Selatan, seperti di Pantai Sayang Heulang, Pantai Santolo, dan Rancabuaya.
“Kami pasang peringatan di tempat-tempat tersebut, takutnya akan kembali ada korban, selain rambu kami juga pasang beberapa spanduk peringatan ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar, kemarin seperti diberitakan PR Online.
Budi menilai daerah Pantai Selatan ini memang rawan kecelakaan dibanding objek wisata lainnya di Kabupaten Garut, dan memang mulai dikenal di masyarakat, sehingga memasuki liburan ini diprediksi akan banyak dikunjungi wisatawan.
“Saya imbau kepada wisatawan untuk berhati-hati karena Pantai Selatan ini ombaknya besar, jika ingin melihat saja sih silahkan saja, tetapi kalau untuk turun ke pantai tolong perhatikan rambu,” ujarnya.
Di lain hal kata Budi, di awal tahun depan tepatnya sejak Januari, pengelolaan Pantai Selatan yang awalnya oleh pihak Desa setempat, akan dialihkan ke Kabupaten.
“Pihak Desa kami suruh untuk membangun Desa saja, sedangkan pariwisata merupakan bagian kami selaku Dinas yang memiliki wewenang,” kata Budi.
Budi pun berjanji akan memberikan layanan terbaik di masa datang untuk Pantai Selatan ini, dimulai dari kebersihan, misalnya pembangunan toilet yang bagus.
“Kami terbatas anggarannya jadi untuk awal hanya akan memberikan pembangunan kepada hal-hal yang bersifat umum, namun kami akan fokuskan pelayanan terlebih dahulu, dengan memberikan pelatihan kepada warga setempat, untuk menyambut wisatawan, bagaimana cara menyapa atau melayani wisatawan tersebut,” kata dia.
Oleh karenanya diharapkan kata Budi dengan langkah-langkah ini bisa meningkatkan pariwisata Kabupaten Garut, yang semakin hari semakin berkembang.




