PBB Akan Luncurkan Program Kesehatan di Kawasan Konflik Myanmar

Etnis Rohingya.ist

Rakhine-Berdasarkan United Nations Population Fund ( UNFPA) atau Dana Populasi PBB yang dirilis baru-baru ini, perempuan dan anak perempuan Myanmar menderita akibat kekerasan seksual dan kurangnya akses pelayanan kesehatan di negaranya.

Sehingga PBB merilis sebuah proyek kesehatan bagi perempuan dan anak perempuan di daerah konflik negara itu.

Kekerasan komunal di negara bagian Rakhine dan pertempuran antara pasukan pemerintah dengan pemberontak etnis Kachin telah menyebabkan perpindahan besar-besaran penduduk di Myanmar—di mana sebanyak 645.000 orang mengungsi— jumlah tertinggi di Asia Tenggara.

“Ketika tinggal di tempat penampungan, (perempuan) sering tidak memiliki akses terhadap dukungan seksual dan reproduksi kesehatan dasar,” tutur UNFPA, dikutip dari Bangkok Post, kemarin

“Tanpa bantuan oleh bidan atau penyediaan kontrasepsi, perempuan dan anak perempuan berada pada peningkatan risiko seks yang tidak aman, kehamilan yang tidak diinginkan,” imbuhnya.

UNFPA akan menyumbangkan dana sebesar US $ 11.800.000 kpadae negara itu. Program ini akan diberikan untuk layanan kesehatan bagi ibu hamil dan perawatan darurat bagi perempuan yang mengalami kekerasan. Layanan itu seperti perawatan konseling di di Rakhine, Kachin dan Shan negara utara.

Di Rakhine, etnis Muslim Rohingya menghadapi penganiayaan dan hidup dalam kondisi kekurangan makanan dan perawatan medis pada kamp-kamp yang mereka tinggali.

“Bayangkan wanita ada yang akan melahirkan, dan mereka tidak memiliki sarana transportasi, atau mereka tidak memiliki dokumen yang tepat. Ini adalah faktor yang dapat menyebabkan kematian terhadap ibu,” kata Stenly Sajow, salah seorang pengurus kemanusiaan untuk UNFPA.

“Mereka tidak pergi ke sekolah, mereka buta huruf, mereka memiliki bahasa mereka sendiri, dan sayangnya sangat sedikit informasi yang tersedia untuk membuat mereka mengerti pentingnya kesehatan, terutama selama kehamilan,” katanya dari Yangon.

Program kesehatan, yang didukung oleh Finlandia dan Swedia, akan mendirikan klinik keliling, dilengkapi fasilitas kesehatan untuk melakukan pengiriman yang aman dan memberikan persalinan bersih untuk wanita di akhir masa kehamilan mereka.

Advertisement