Serangan di Ghouta Timur Meningkat, 100 Warga Sipil Tewas

Ilustrasi Enam anak tewas akibat serangan di ghouta/ AFP

JENEWA – Pejabat tinggi hak asasi manusia PBB mengecam  sebuah peningkatan serangan udara dan serangan darat oleh pasukan rezim dan sekutu mereka yang menewaskan hampir 100 orang dalam 10 hari terakhir di Ghouta Timur Suriah.

“Sejak 31 Desember, setidaknya 85 warga sipil, termasuk 21 perempuan dan 30 anak-anak, telah terbunuh dan setidaknya 183 lainnya terluka di Ghouta Timur, di pinggiran kota Damaskus, menurut informasi yang dikumpulkan oleh Kantor Hak Asasi Manusia PBB,” ujar Ketua hak asasi manusia Zeid Ra’ad Al-Hussein, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Sedikitnya dua fasilitas medis terkena serangan udara selama periode ini, menewaskan seorang pekerja medis dan menempatkan satu fasilitas di luar tindakan, “tambahnya dikutip Anadolu.

Al-Hussein mengatakan upaya untuk mengevakuasi kasus medis mendesak dari Ghouta Timur gagal, mengingatkan rezim kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional.

Dia juga mengungkapkan “keprihatinan serius” tentang situasi sekitar dua juta orang di Idlib, yang melihat adanya peningkatan dalam bentrokan tersebut.

 

Baik Suriah Timur Ghouta dan Idlib telah dianggap sebagai daerah de-eskalasi yang ditengahi pada bulan Mei 2017 di bawah proses Astana oleh Rusia, Turki dan Iran, dengan tujuan untuk mengakhiri kekerasan dan memperbaiki situasi kemanusiaan.

Advertisement