Ledakan di Libya Tewaskan 33 Orang

LIBYA – Ledakan bom mobil menewaskan  33 orang dan melukai 71 lainnya di dekat sebuah masjid di kota Benghazi, Libya, Selasa (23/1/2018)  malam.
Petugas keamanan mengatakan kepada Al Arabiya kendaraan yang diledakkan dengan bahan peledak meledak di depan sebuah masjid di lingkungan pusat Al-Sleimani.

Sumber juga telah mengkonfirmasi bahwa direktur kontra-spionase Libya di Intelijen Libya, Brigadir Mahdi Falah termasuk di antara korban tewas dalam ledakan tersebut.

Juru Bicara Keamanan Pusat di Benghazi Tarek al-Kharraz sebelumnya mengatakan bahwa pemboman tersebut menyebabkan lebih dari 40 orang terluka.

“Bantuan masih berlangsung, sementara tim investigasi kriminal dan dinas keamanan lainnya menyelidiki insiden tersebut untuk mencapai pelaku,” Kharraz mengatakan kepada Al Arabiya.

Dia membenarkan bahwa pemboman tersebut menargetkan warga sipil di daerah Sleimani yang padat penduduknya.

Libya telah diguncang oleh kekacauan sejak pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan dan membunuh diktator Muamar Ghadafi, dengan dua otoritas yang bersaing dan beberapa milisi yang bersaing untuk menguasai negara kaya minyak tersebut.

Pemimpin militer Khalifa Haftar pada bulan Juli mengumumkan “pembebasan total” Benghazi, tiga tahun setelah pasukannya melancarkan operasi militer untuk merebut kota tersebut dari para pelaku jihad yang menjadikannya sebuah benteng setelah revolusi.

Namun bentrokan dan serangan di kota terus berlanjut, termasuk terhadap fasilitas diplomatik dan pasukan keamanan.

Haftar mendukung sebuah parlemen yang berbasis di timur jauh Libya, sementara pemerintah persatuan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa di ibukota barat Tripoli telah berjuang untuk menegaskan kewenangannya secara nasional.

Advertisement