INDRAMAYU – Kekerasan terhadap seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia kembali terjadi dan kini menimpa Unidah (24) asal Desa Dadap Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Unidah harus pulang dalam kondisi lumpuh akibat sering disiksa oleh majikan perempuannya. Dia mengaku hampir seluruh tubuhnya penuh luka memar dan yang paling sakit di tulang leher, karena sering ditendang dari belakang saat sedang menyetrika baju.
Dia sering dipukul, ditendang, bahkan kepalanya dijambak-jambak kemudian dibentur-benturkan ke tembok oleh majikan padahal ia merasa tidak melakukan kesalahan.
Meski dalam kondisi sakit Unidah dipaksa untuk tetap terus bekerja, selama sakit majikan belum pernah membawanya ke rumah sakit maupun klinik untuk berobat sehingga dirinya terus menerus minta untuk dipulangkan.
“Saya minta dipulangkan karena saya sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit dan sudah tidak berdaya serta saya pun tidak mau jika nanti mati di Malaysia,” tuturnya, dilansir Antara, Selasa (30/1/2018).
Menurut iti Warsidi (49), ayah kandung korba, Unidah dipulangkan pada Sabtu tanggal 27 Januari 2018 dalam kondisi sakit melalui bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Dia menambahkan anaknya bekerja sebagai TKW ke Malaysia awalnya direkrut oleh Asmari, sponsor warga Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Pada tanggal 10 April 2016, Unidah diterbangkan ke Malaysia oleh PT Bina Gala Mitra beralamat di Jl. Raya Hankam, Gg. Sasak Jikin, No. 9A, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat.





