JAKARTA – Jemari Payem (85) yang mulai membuyut malam itu sangat terampil meracik wedang ronde. Dingin malam yang menusuk tulang, hanya ditangkis Payem dengan jaket kumal berkelir abu-abu.
Guratan keriput Payem kian kontras ketika wajahnya menghadap lampu teplok yang memancarkan cahaya kuning. Meski usianya tergolong sepuh, Payem termasuk nenek yang mandiri. Setiap hari Payem hanya berjualan sendiri di jalan Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta.
Hanya gerobak kayu sederhana yang menemani Payem melewati malam. Namun siapa sangka wedang ronde Payem merupakan langganan Presiden ke dua RI Soeharto. Ketika zaman orde baru dirinya sering dipanggil oleh orang yang mengaku ajudan Soeharto, untuk keperluan menghidangkan wedang ronde pada acara jamuan istana.
“Saya tidak langsung kesana, saya dipanggil orang suruhan Pak Harto ke istana,” ujar Payem yang mulai berjualan wedang ronde sejak tahun 1965.
Mbah Payem yang sekarang tinggal di Kadipaten ini mengaku tidak kagum karena terbiasa dan sering kali bersinggungan dengan kerabat dari presiden yang bergelar bapak pembangunan tersebut.
“Saya tak terlalu kagum, soalnya sudah biasa, kerabat Pak Harto pun juga saya kenal,” imbuh Payem seperti dilansir dari Tribun Jogja.
Mbah Payem setiap hari jualan wedang ronde di jalan Kauman, Ngupasan, Gondomanan, tepatnya sekira 50 meter sebelum perempatan Kauman-Ngasem.





